Kasus Curanmor di Lampung Utara
Guru Honorer Jadi Korban Curanmor, Polisi Langsung Lakukan Penyelidikan
Jajaran kepolisian langsung gerak cepat melakukan penyelidikan seusai menerima laporan dari guru honorer korban curanmor di Lampung Utara.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
Saksi mata kasus curanmor di Lampung Utara mengira, motor korban dipinjam seseorang.
Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu, 3 Maret 2021.
Saksi mata tersebut yakni Heri, petugas kebun SD 1 Rejosari.
Heri mengungkapkan, saat itu ia sedang melintas dari ruang UKS.
Saksi mengaku terkejut, ketika melihat parkiran motor, satu di antara motor yang sempat terparkir, sudah tidak ada di tempat.
“Saya kaget, kok gak ada motor Bu Wirna,” kata Heri, Rabu.
Heri pun langsung melapor kepada korban.
“Bu, motor ibu ada yang pakai bu? Enggak jawab Bu Wirna,” cerita Heri saat menyampaikan ke Wirna.
Korban sempat bersikukuh motornya masih ada di parkiran.
Namun, Heri mengatakan, motornya sudah tidak ada di tempat lagi.
Korban curanmor Wirna Lentiani yang merupakan guru honorer di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, saat menunjukkan posisi motor ketika diparkirkan. Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi pada Rabu, 3 Maret 2021. Wirna sebut jika motornya tak diberi kunci pengaman ganda. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)
Heri bahkan meminta korban untuk melihatnya ke lokasi parkir.
“Iya, gak ada,” kata Heri menirukan ucapan korban.
Saat itu, kebetulan sekolah tersebut sedang ramai.
Wali murid banyak yang hadir di sekolah, sehingga banyak motor di sekolah.
Namun, motor korban sebelum hilang terparkir di halaman samping ruang kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/guru-honorer-jadi-korban-curanmor-polisi-langsung-lakukan-penyelidikan.jpg)