Kasus Curanmor di Lampung Utara

Guru Honorer Jadi Korban Curanmor, Polisi Langsung Lakukan Penyelidikan

Jajaran kepolisian langsung gerak cepat melakukan penyelidikan seusai menerima laporan dari guru honorer korban curanmor di Lampung Utara.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Jajaran kepolisian langsung gerak cepat melakukan penyelidikan seusai menerima laporan dari guru honorer korban curanmor di Lampung Utara. Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara pada Rabu, 3 Maret 2021. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Jajaran kepolisian langsung gerak cepat melakukan penyelidikan seusai menerima laporan dari guru honorer korban curanmor di Lampung Utara.

Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu, 3 Maret 2021.

Pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi kejadian, Rabu (3/3/2021) siang, beberapa anggota dari SPKT, Satreskrim dan Satintel Polres Lampung Utara langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan, dari saksi maupun korban.

Bawa Kabur Sepatu

Baca juga: Detik-detik Polisi Tangkap 3 Anggota Kawanan Curanmor, Sudah Beraksi di 5 TKP

Baca juga: Polsek Tanjungkarang Barat Buru 4 Rekan Tersangka Curanmor yang Masuk DPO

Tak hanya motor, pelaku curanmor di Lampung Utara juga ikut membawa kabur sepatu korban di dalam jok motor.

Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu, 3 Maret 2021.

Korban pencurian motor Wirna Lentiani, yang merupakan guru honorer di di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, menyebut, aksi curanmor tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi.

Lokasi parkiran SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, tempat aksi pencurian motor atau curanmor yang menimpa guru honorer di sekolah tersebut, Rabu, 3 Maret 2021.
Lokasi parkiran SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, tempat aksi pencurian motor atau curanmor yang menimpa guru honorer di sekolah tersebut, Rabu, 3 Maret 2021. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

"Sudah pernah (aksi curanmor), pertama sudah dua atau tiga tahun lalu,” kata Wirna Lentiani, Rabu, 3 Maret 2021.

Pantauan Tribunalampung.co.id, di lokasi, memang tidak ada kamera pengawas atau CCTV.

Sedangkan lingkungan sekolah tersebut padat dengan rumah penduduk.

Baca juga: 10 Ekor Ayam Bangkok Milik Warga Lampung Utara Raib, Baru Tahu saat Hendak Beri Pakan

Baca juga: Iqbal Ardiansyah: Tokoh dan Pemerintah Duduk Bersama Bangun Lampung Utara

Sekolah itu juga terletak di tengah kota, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Tugu Payan Mas Kotabumi.

Menurut Wirna, selain motor, di dalam jok motor juga ada beberapa barang miliknya yang ikut terbawa.

Termasuk helm korban juga ikut dibawa kabur pelaku curanmor.

"Sepatu untuk kerja saya juga hilang ikut kebawa di motor,” ucap Wirna Lentiani.

Saksi Kira Motor Dipinjam

Saksi mata kasus curanmor di Lampung Utara, Heri, yang merupakan petugas kebun SD 1 Rejosari, mengira, motor korban dipinjam seseorang. Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara pada Rabu, 3 Maret 2021.
Saksi mata kasus curanmor di Lampung Utara, Heri, yang merupakan petugas kebun SD 1 Rejosari, mengira, motor korban dipinjam seseorang. Aksi pencurian motor atau curanmor terjadi di SD Negeri 1 Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara pada Rabu, 3 Maret 2021. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)
Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved