Breaking News:

Tanggamus

Makam Korban Pembunuhan di Tanggamus Dibongkar untuk Autopsi Jasad Dedi

Makam korban pembunuhan Dedi (30), warga Pekon Kerta, Kecamatan Kota Agung Timur dibongkar untuk penyelidikan.

Tribunlampung.co.id / tri
Proses autopsi jasad Dedi di makam belakang SDN 1 Kerta, Tanggamus, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Makam korban pembunuhan Dedi (30), warga Pekon Kerta, Kecamatan Kota Agung Timur dibongkar untuk penyelidikan.

Menurut Kasatreskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, autopsi dilakukan untuk melengkapi hasil visum yang telah dilakukan terhadap korban usai peristiwa 19 Januari lalu.

"Ini untuk kumpulkan bukti-bukti karena perkara ini dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Ramon, Rabu (3/3/2021).

Ia menjelaskan, untuk autopsi dilakukan 12 orang terdiri dari tim dokter forensik berjumlah enam orang dan tim dari Polres Tanggamus enam orang. Proses autopsi dipimpin dr Jim Ferdian Tambunan.

Baca juga: Jasad Korban Pembunuhan di Tulangbawang Ditemukan di Perairan Kepulauan Seribu

Baca juga: Jasad Bayi yang Dititipkan ke Mertua Kini Diautopsi, Ibu Kandung dan Selingkuhannya Ditahan

Selama autopsi diadakan pula pengamanan dari personil TNI, dan anggota reskrim dan Polsek Kota Agung. Mereka menjaga sekitar lokasi makam di belakang SDN 1 Kerta.

Proses autopsi dilaksanakan tertutup dengan pemasangan plastik keliling dan atap. Lalu diberi garis polisi keliling. Sebelum autopsi juga diadakan doa bersama agar proses autopsi lancar.

Alasan autopsi dilakukan untuk melengkapi penyelidikan. Sebab visum yang selama ini sudah dilakukan di RSUD Batin Mangunang, Kota Agung belum cukup kuat untuk mengungkap kasus.

Menurut Ramon, luka sayatan pada leher korban belum cukup kuat, membuat korban meninggal, maka lebih diperdalam lagi. Dan salah satu upayanya yakni autopsi, ditambah hasil visum dan keterangan para saksi-saksi.

Selanjutnya hasil autopsi akan digunakan untuk bahan penyelidikan, tidak bisa dipublikasikan. Baik hasil langsung maupun hasil uji labolatorium untuk organ yang diambil sampelnya.

Menurut Ramon, kendala belum terungkapnya kasus ini karena bukti-bukti masih kurang. Sehingga harapannya dengan autopsi bisa melengkapi bukti yang masih kurang.

Halaman
123
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved