Tulangbawang Barat
Penanganan Covid-19 di Tulangbawang Barat, Bupati Umar: Uluan Nughik Akan Jadi Kota Tanggap Pandemi
Bupati Tubaba Umar Ahmad telah memikirkan solusi masa depan penanganan pandemi bila terdapat kejadian luar biasa kembali di masa mendatang.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Kabupaten Tulangbawang Barat, sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang tidak pernah mendapatkan predikat zona merah, membuktikan bahwa Tubaba merupakan daerah yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.
Beberapa kebijakan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan, juga telah dilakukan oleh Pemkab Tubaba.
Berbagai kegiatan pengumpulan orang dan berpotensi menyebabkan kerumunan diminimalisir.
Rapat-rapat dan kegiatan lainnya dilakukan secara daring tanpa mengurangi esensi dari kegiatan tersebut.
Sekolah dan sarana-sarana pendidikan juga dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.
Pusat perdagangan, pasar, tempat wisata dan pusat keramaian lainnya dengan kesadaran masing-masing selalu menyediakan tempat cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh.
Namun lebih dari itu, penanganan pandemi Covid-19 di Tubaba bukan hanya dilaksanakan secara normatif dan tentatif saja.
Bupati Tubaba Umar Ahmad telah memikirkan solusi masa depan penanganan pandemi bila terdapat kejadian luar biasa kembali di masa mendatang.
Hal ini dibuktikan dengan dimulainya pembangunan pusat pemerintahan dan perekonomian Tubaba yang disebut Uluan Nughik.
“Uluan berarti di atas atau permulaan, Nughik berarti kehidupan. Jadi Uluan Nughik bisa diartikan sebagai Awal Dari Kehidupan," kata Umar Ahmad.
Uluan Nughik adalah sebuah masterplan pengembangan kawasan seluas lebih kurang 1.800 Ha yang telah disiapkan oleh Pemkab Tubaba.
Kawasan ini direncanakan dapat menampung 300.000 - 500.000 jiwa.
Masterplan ini didesain dengan menerapkan nilai-nilai Tubaba: Nemen, Nedes, Neremo dan juga prinsip-prinsip Kesederhanaan, Kesetaraan dan Kelestarian.
Sebagai salah satu implementasi dari prinsip “Sederhana”, seluruh bangunan di Uluan Nughik tidak boleh dibangun lebih tinggi dari Islamic Center Tubaba.
Tinggi maksimal bangunan di Uluan Nughik adalah 8 lantai.