Apa Itu
Apa Itu Hipospadia
Berikut penjelasan apa itu hipospadia di bawah ini. Aprilia Manganang, dipastikan seorang pria masih hangat diperbincangkan.
Penulis: Putri Salamah | Editor: romi rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Berikut penjelasan apa itu hipospadia di bawah ini.
Kabar terkait mantan pemain voli putri Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Aprilia Manganang, dipastikan seorang pria masih hangat diperbincangkan.
Hal itu diutarakan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)) Jenderal TNI Andika Perkasa dilansir oleh Kompas TV, Selasa (9/3/2021).
Menurut Andika, Aprilia Manganang yang juga merupakan prajurit TNI aktif dengan pangkat Sersan Dua (Serda) itu telah menjalani pemeriksaan medis sejak 3 Februari 2021.
Baca juga: Apa Itu Virus N439k, Varian Baru Virus Corona Yang Lebih Menular
Baca juga: Apa Itu Gerakan Bulan
Jenderal bintang empat itu menegaskan bahwa Aprilia Manganang lahir sebagai laki-laki dengan memiliki kelainan yang disebut hipospadia.
Lantas apa itu hipospedia?
Dilansir dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), hipospadia adalah cacat sejak lahir pada anak laki-laki di mana pembukaan uretra tidak terletak di ujung penis.
Pada anak laki-laki yang mengidap hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu ke 8-14 kehamilan.
Pembukaan abnormal dapat terbentuk di mana saja dari tepat di bawah ujung penis hingga skrotum.
Selain berbeda lokasi bukaan uretra, kelainan penis ini ada yang sifatnya ringan sampai parah.
Baca juga: Apa Itu BMKG Sejarah, Tugas dan Fungsi
Baca juga: Apa Itu Fermentasi
Jenis hipospadia yang dimiliki anak laki-laki tergantung pada lokasi pembukaan uretra:
1. Subkoronal: Pembukaan uretra terletak di suatu tempat di dekat kepala penis
2. Poros tengah: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis
3. Penoscrotal: Pembukaan uretra terletak di tempat pertemuan penis dan skrotum.
Anak laki-laki pengidap hipospadia terkadang memiliki penis yang melengkung.
Akibat letak lubang kencing yang tidak normal, anak dengan hipospadia akan memiliki masalah dengan percikan urin yang tidak normal, dan mungkin harus duduk untuk buang air kecil.
Pada beberapa anak laki-laki dengan hipospadia, testis belum sepenuhnya turun ke dalam skrotum.
Jika hipospadia tidak ditangani dapat menyebabkan masalah di kemudian hari, seperti kesulitan melakukan hubungan seksual atau kesulitan buang air kecil saat berdiri.
Penyebab dan faktor risiko
Penyebab pasti hipospadia pada kebanyakan bayi tidak dapat diketahui.
Yang jelas, hipospadia ini terjadi di dalam kandungan.
Saat penis berkembang pada janin laki-laki, hormon tertentu merangsang pembentukan uretra dan kulup.
Nah, hipospadia terjadi ketika ada kerusakan pada hormon-hormon tersebut yang menyebabkan uretra tidak berkembang dengan normal.
Dalam kebanyakan kasus, hipospadia dianggap disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain, seperti lingkungan ibu, atau makanan atau minuman ibu, atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi selama kehamilan.
Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti CDC telah melaporkan temuan penting tentang beberapa faktor yang mempengaruhi risiko memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia.
Apa saja?
1. Sejarah keluarga. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dengan riwayat keluarga hipospadia.
2. Ibu yang berusia 35 tahun atau lebih dan dianggap obesitas memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.
3. Selain itu, perempuan yang menggunakan teknologi reproduksi untuk membantu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.
4. Wanita yang mengonsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan juga terbukti memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan hipospadia.
Hipospadia biasanya didiagnosis selama pemeriksaan fisik setelah bayi lahir.
Perawatan
Perawatan untuk hipospadia tergantung pada jenis cacat yang dimiliki anak laki-laki tersebut.
Sebagian besar kasus hipospadia memerlukan pembedahan.
Jika diperlukan pembedahan, biasanya dilakukan saat anak laki-laki berusia antara 3-18 bulan.
Dalam beberapa kasus, pembedahan dilakukan secara bertahap.
Tindakan yang dilakukan dalam operasi bisa saja termasuk menempatkan uretra di tempat yang tepat, memperbaiki lekukan di penis, dan memperbaiki kulit di sekitar pembukaan uretra.
Karena dokter mungkin perlu menggunakan kulup untuk melakukan tindakan koreksi, bayi laki-laki dengan hipospadia sebaiknya tidak disunat.
Apabila hipospadia tidak segera diobati, maka akan menyebabkan:
1. Penampilan penis yang tidak normal
2. Masalah belajar menggunakan toilet
3. Kelengkungan penis yang tidak normal dengan ereksi
4. Masalah dengan gangguan ejakulasi
Baca juga: Apa Itu Musim
Baca juga: Apa Itu Cerita Fiksi
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Hipospadia seperti yang Dialami Eks Pevoli Aprilia Manganang?"
Demikian penjelasan Apa Itu Hipospadia. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/aprilia-manganang-anggota-tni-ad.jpg)