Berita Nasional
Perjalanan Hidup Anton Medan, Keluar dari Dunia Kejahatan, Jadi Mualaf hingga Pemuka Agama
Sosok pemuka agama bernama Muhammad Ramdhan Effendi atau yang dikenal dengan Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3/2021).
Penulis: rio angga | Editor: Reny Fitriani
Anton juga menyebut telah merasakan hidup dari balik jeruji besi sejak ia masih belia.
Ia juga mulai merasakan kehidupan di penjara saat usianya masih 12 tahun karena kasus pembunuhan.
"Saya membunuh karena kepepet, barang-barang saya dirampas. Akhirnya saya nekat membunuh," ujar Anton pada 2013 lalu, dikutip dari Kompas.com.
Anton mengungkapkan, dirinya sempat merasakan pahitnya hidup di balik jeruji besi.
Salah satunya, saat kerusuhan 1998, Anton ikut dituduh telah membakar rumah salah seorang pengusaha hingga ia dipenjara.
Menurutnya, ada perlakuan yang sangat sewenang-wenang dari aparat penjaga tahanan di Mapolda Metro Jaya.
Ia mengaku, ada pula tahanan lain yang tak pernah diperiksa hingga tak jelas masa tahanannya kala itu.
Anton juga menegaskan, menjadi penjahat, bukanlah pilihan hidup.
Ia pun sempat berharap agar sistem hukum di Indonesia segera cepat diperbaiki.
"Yang utama saat ini sistem hukum di Indonesia harus diperbaiki. Karena saya lihat hukum di Indonesia amburadul."
"Aparat penegak hukum mudah disuap. Mari kita doakan semoga mereka sadar," ujarnya.
Anton sendiri telah masuk Islam pada 1992 dan juga mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang.
Masjid yang terletak di area Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat.
Pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Anton pun memberikan suaranya untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pada 2020, Anton juga sempat muncul di depan publik saat sidang kasus video ikan asin yang melibatkan terdakwa Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penyebab-anton-medan-meninggal-dunia-diungkap-sahabatnya.jpg)