Berita Nasional
Perjalanan Hidup Anton Medan, Keluar dari Dunia Kejahatan, Jadi Mualaf hingga Pemuka Agama
Sosok pemuka agama bernama Muhammad Ramdhan Effendi atau yang dikenal dengan Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3/2021).
Penulis: rio angga | Editor: Reny Fitriani
"Cita-cita bapak ingin bangun pesantren untuk mualaf Tionghoa, makannya didirikan pondok pesantren ini. Pembangunan sekitar dua tahun, baru mulai beroperasi pada 2004," kata Deni.
Sekolah yang di dalamnya juga terdapat pondok pesantren bagi mantan narapidana dan mualaf Tionghoa ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare.
Lokasi makam yang disiapkan Anton Medan di komplek Pesantren Attaibin, Cibinong, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)
Saat ini yayasan sudah tidak aktif lagi sejak beberapa tahun lalu. Yang masih tersisa hanya pondok pesantren bagi eks narapidana serta mualaf Tionghoa yang ingin belajar ilmu agama.
Setiap bulan ada saja eks narapidana yang datang untuk mondok di sini. Menjelang Ramadan para santri sudah banyak pulang ke kampung halaman masing-masing untuk ibadah puasa bersama keluarga.
"Emang enggak banyak, kalau bulan puasanya biasanya pada pulang," tukas dia.
Menurut Deni, santri mantan narapidana itu selain akan dibekali ilmu agama, juga akan diajarkan berwirausaha selama berada di pondokan.
Seperti belajar mengelas, beternak hingga bisa menjahit agar setelah mereka keluar sudah punya bekal keahlian untuk melanjutkan hidupnya dan tidak kembali terjerumus dalam dunia hitam.
"Mereka diajarin baca Alquran dan salat. Ada juga alumni yang sekarang sudah bisa membuka pondok pesantren sendiri di kampungnya," ujar lelaki yang juga guru di ponpes tersebut.
Ada yang mencolok dari arsitektur bangunan di pondok pesantren Anton.
Hampir semua artsitekturnya mendapat sentuhan khas Tiongkok.
Baca juga: Anton Medan Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Stroke dan Diabetes
Gaya khas bangunan Masjid Hok Tek Liong ini sengaja mengambil gaya bangunan Tiongkok sebagai ciri khas Anton yang memang keturunan Tionghoa.
(Tribunnews.com/Maliana, TribunnewsBogor.com/Damanhuri, Kompas.com/Sabrina Asril/Yatimul Ainun/Dian Erika Nugraheny)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul: Profil Anton Medan, Pendakwah yang Sempat Jadi Preman Kelas Kakap, Ini Kisahnya soal Kehidupan Lapas
Videografer Tribunlampung.co.id / Rio Angga Saputra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penyebab-anton-medan-meninggal-dunia-diungkap-sahabatnya.jpg)