Breaking News:

UM Metro

Dorong Jumlah HaKI, UM Metro Jalin Kerja Sama dengan Kanwil Kemenkumham Lampung

Guna membangun Sinergitas dalam rangka pemanfaatan Kekayaan Intelektual khususnya di wilayah Provinsi Lampung, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro lak

ist
Guna membangun Sinergitas dalam rangka pemanfaatan Kekayaan Intelektual khususnya di wilayah Provinsi Lampung, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung, Kamis (18/03/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Guna membangun Sinergitas dalam rangka pemanfaatan Kekayaan Intelektual khususnya di wilayah Provinsi Lampung, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung, Kamis (18/03/2021).

Rektor UM Metro Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. mengungkapkan penandatanganan NK ini dapat memberikan peluang bagi masyarakat khususnya civitas akademik UM Metro untuk memiliki HaKI.

“Kreativitas masyarakat Lampung sudah cukup banyak dengan berbagai variasi mulai dari kerajinan tangan misalnya ada kain tapis, legit untuk makanan khasnya, kopi luwak dengan merek khusus di mana semua ini memiliki peluang yang sama untuk mengajukan HaKI,” ujar Jazim Ahmad.

Menurutnya berbagai jenis HaKI yang diatur Kemenkumham RI telah dilaksanakan oleh masyarakat Lampung, hanya saja untuk memperoleh sertifikatnya membutuhkan pengajuan administrasi dari masing-masing pengelola atau penciptanya.

“HaKI itu terbagi menjadi dua jenis yakni Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri di dalamnya ada Paten, Merek, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Rahasia Dagang, dan Indikasi Geografis. Semua ini sudah dilakukan oleh masyarakat Lampung, termasuk bagi civitas akademika UM Metro sendiri,” tambahnya.

Ketua TSPM Lampung ini menilai keberadaan HaKI ini sendiri sejatinya untuk memberikan perlindungan hukum atas karya anak bangsa.

“Dengan adanya HaKI ini, pencipta atau pengelolanya akan mendapatkan perlindungan hukum terhadap pembuatan hasil cipta karya dengan nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya baik oleh perorangan ataupun kelompok, mana kala nantinya ada kesamaan atau diperbanyak tanpa seizin penciptanya,” tegas Jazim.

UM Metro sendiri, sambungnya memiliki peluang yang besar dalam mengajukan HaKI ini di mana ada hak cipta atas buku yang disusun oleh para dosen, berbagai produk penelitian dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan ke depan HaKI di lingkungan UM Metro semakin bertambah dan semakin banyak baik dari segi kuantitas mau pun kualitas,” pungkasnya.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved