Apa Itu

Apa Itu Orbit

Berikut penjelasan mengenai apa itu orbit. orbit adalah suatu jalur berulang yang teratur di mana suatu objek mengelilingi objek lainnya.

Penulis: Reni Ravita | Editor: Hurri Agusto
Kompas.com
Apa Itu Orbit 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Berikut penjelasan mengenai apa itu orbit yang dibahas pula dalam kunci jawaban tema 8 kelas 6 halaman 42 tentang Perbedaan Waktu dan Pengaruhnya.

Tata surya terdiri dari planet yang mengorbit pada matahari.

Dilansir dari NASA, orbit adalah suatu jalur berulang yang teratur di mana suatu objek mengelilingi objek lainnya.

Sehingga orbit adalah lintasan yang tetap, teratur, dan berulang pada suatu benda dalam mengelilingi benda lainnya.

Baca juga: Apa itu kudeta ? Penjelasan serta Contoh Kudeta

Baca juga: Apa Itu Bhinneka Tunggal Ika

Misalnya kamu berlari beberapa keliling dalam suatu lintasan lapangan yang berbentuk elips.

Hal ini berarti kamu sedang mengorbit pusat dari lapangan tersebut.

Namun, benda yang mengorbit biasanya memiliki kecepatan yang tetap dan cenderung tidak berubah.

Orbit dapat berbentuk lingkaran ataupun elips bergantung pada benda itu sendiri.

Orbit benda akan tetap karena pengaruh dari gaya gravitasi pusat orbit dan juga gaya sentripetal keluar yang dihasilkan oleh kecepatan benda saat mengorbit.

Banyak sekali benda yang memiliki orbit di alam semesta.

Baca juga: Apa Itu Galungan dan Seperti Apa Rangkaian Acaranya

Baca juga: Apa Itu PPDB? Apa Kepanjangan PPDB?

Di luar angkasa, benda kecil mengorbit benda yang lebih besar karena tertarik oleh gravitasi benda tersebut.

Contohnya adalah Bulan yaitu satelit alami yang mengorbit Bumi kita secara terus-menerus tanpa henti dan tidak berubah jalur orbitnya.

Jika Bulan adalah satelit alami, maka manusia juga memiliki satelit buatan yang orbit dan kecepatannya telah ditentukan oleh para ilmuan.

Ada satelit buatan yang mengelilingi Bumi, bertujuan untuk navigasi, komunikasi, dan juga mempelajari Bumi.

Namun ada juga satelit yang mengorbit Bulan untuk mempelajari berbagai peristiwa di Bulan.

Dalam skala yang lebih besar, sistem tata surya kita juga merupakan kumpulan orbit planet dan asteroid yang mengelilingi Matahari yaitu benda terbesar dalam tata surya.

Orbit planet sangatlah teratur dengan kecepatannya masing-masing yang tidak saling mengganggu, sehingga planet-planet tidak saling bertabrakan.

Kali ini mari kita lihat skala paling kecil yaitu atom.

Elektron dalam atom juga memiliki orbit masing-masing dalam mengelilingi inti atom yang berupa proton dan neutron.

Elektron juga memiliki orbit yang teratur sesuai dengan tingkatan energinya.

Dilansri dari nationalgeograpich, Pada tahun 1838, astronom Jerman Friedrich Bessel, dengan teleskopnya, menunjukkan bahwa beberapa bintang bergeser dalam posisinya terhadap bintang lain, suatu bukti bahwa bintang itu lebih dekat Bumi daripada bintang lain di latar belakang dan bahwa Bumi sendiri bergerak.

Ekliptika

Karena Bumi mengorbit Matahari, suatu garis penglihatan dari Bumi menembus Matahari menunjuk bagian langit yang berbeda-beda setiap bulan.

Selagi Bumi bergerak dari B1 ke B2, Matahari tampak bergerak dari M1 ke M2.

Orang tak dapat melihat bintang di balik Matahari yang cerah, tetapi dapat melihat ke arah sebaliknya di waktu malam.

Rasi yang tampak pada bulan Juli akan berada di balik Matahari pada bulan Desember.

Dua belas rasi bintang berada di bidang datar yang tamak diarungi Matahari.

Bidang yang disebut ekliptika ini sebenarnya bidang datar orbit Bumi.

Paralaks

Selagi Bumi bergerak di antariksa, posisi bintang yang dekat tampak bergeser dalam posisinya terhadap latar belakang bintang yang sangat jauh.

Efek ini disebut paralaks. Itu terjadi kalau seseorang mengmati jarinya sendiri dan benda lebih jauh sambil menggoyang-goyangkan kepala ke kanan dan ke kiri.

Makin dekat bintang itu dengan Bumi, makin besar paralaksnya.

Bintang pada ekliptika Bumi tampak bergerak bolak-balik; bintang yang berposisi tegak lurus terhadap ekliptika tampak membuat lingkaran bundar; dan bintang di antaranya membuat lingkaran lonjong.

Cahaya Bintang yang Miring

Seperti hujan yang jatuh ke tanah, cahaya dari sebuah bintang membutuhkan waktu untuk mencapai Bumi.

Selagi cahaya berjalan, Bumi menuju di antariksa secepat 105.000 kilometer per jam.

Bayangkan tetes air hujan di luar jendela kereta api. Kalau kereta apinya sedang berhenti, air hujan tampak jatuh lurus ke bawah.

Tetapi, kalau kereta api sedang melaju, jatuhnya air hujan tampak miring.

Cahaya bintang pun tampak miring ke Bumi selagi Bumi melaju; efek ini disebut aberasi cahaya bintang.

Karena efek ini, bintang tampak bergeser dari posisi sesungguhnya dalam setahun.

Astronom Inggris, James Bradley menemukan bukti gerak Bumi ini pada tahun 1728, walaupun beberapa astronom baru yakin 110 tahun kemudian.

Baca juga: Apa Itu Galungan dan Seperti Apa Rangkaian Acaranya

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 3 Halaman 23, Makanan Hasil Teknologi Pangan

Demikian penjelasan mengenai apa itu orbit( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )

Baca juga berita apa itu lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved