Bocah Hanyut di Bandar Lampung
Bocah Hanyut di Aliran Drainase Belum Ditemukan, Tim Minta Warga Bantaran Ikut Membantu Pencarian
Tim pencarian masih belum bisa menemukan korban hanyut di aliran drainase. Hingga pada laporan ini diterbitkan, penyusuran masih dilakukan petugas.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Jarak tersebut terhitung mulai dari lokasi saluran drainase terjatuhnya korban.
"Menyisir selanjutnya ke sungai Way Langkapura hingga saat ini berdasarkan laporan penyisiran sudah sampai pada aliran sungai di Kecamatan Way Halim," kata dia.
Ia menyebut, pencarian terus dilakukan hingga sosok korban diketemukan.
"Personel yang melakukan pencarian ada lebih dari 135 orang yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan relawan," sebutnya.
Keluarga Beberkan Kronologi
Pihak keluarga akhirnya membeberkan kronologi hanyutnya Nisa, sapaan akrab Khairunisa di drainase Perum Bunga Panorama, Langkapura.
Diutarakan ibu Nisa, Yut Puspita, melalui Komandan Pleton Basarnas yang bertugas, Heri, menyebut tidak ada saksi mata dalam kronologi tersebut.
"Sebenarnya, berdasarkan keterangan keluarga, tidak ada saksi mata saat Nisa hanyut," kata Heri.
Kronologinya, Nisa saat itu diantarkan pulang mengaji oleh sang ibu.
Karena saat itu hujan deras, maka sang ibu meminjam payung tetangga saat hendak menjemputnya.
"Sembari jalan pulang ke rumah, ibu Yut mengembalikan payung yang dipinjamnya,"
"Memang Nisa tidak ikut mengembalikan payung itu, ia hanya menunggu di ruas jalan," jelasnya.
Tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, saat si ibu hendak kembali mendatangi Nisa, sosok anaknya itu telah tidak ada.
"Tidak sampai dua menit, bisa sudah dikabarkan hanyut," ungkap dia.
"Sementara kepastian Nisa hanyut setelah mendapatkan informasi dari tetangga sekitar aliran drainase," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bocah-hanyut-di-aliran-drainase-belum-ditemukan-tim-minta-warga-bantaran-ikut-membantu-pencarian.jpg)