Kasus Suap Lampung Tengah
Mustafa Pinjam Rp 2 Miliar ke Kerabatnya untuk Bayar Mahar ke PKB
Safudin, yang memberikan kesaksian tanpa disumpah, mengatakan, pada tahun 2017 Mustafa pernah meminjam uang Rp 2 miliar untuk maju ke Pilgub Lampung.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mustafa melakukan berbagai cara untuk bisa memenuhi mahar politik demi mendapatkan perahu PKB.
Salah satunya dengan cara meminjam uang kepada keluarganya dan kerabatnya.
Hal ini terungkap dalam keterangan saksi Saifudin alias Oreng, kakak Mustafa yang menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan suap gratifikasi Lampung Tengah di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (25/3/2021).
Saifudin, yang memberikan kesaksian tanpa disumpah, mengatakan, pada tahun 2017 Mustafa pernah meminjam uang Rp 2 miliar untuk maju ke Pilgub Lampung.
Baca juga: BREAKING NEWS Kakaknya Menolak Jadi Saksi, Mustafa: Dia Sedih Sampai Menangis
Baca juga: Rp 3,7 M Disebar ke Petinggi Partai, Uang Mahar Pilgub Mustafa Cuma Balik Rp 14 M
Namun, JPU KPK Taufiq Ibnugroho tak puas dengan keterangan Saifudin.
"Saya ingatkan, di BAP, Juni 2017, saya ketemu dengan adik (Mustafa) saya di pengajian di rumah dinas. Dan, saya dipanggil, diminta tolong mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Kemudian saya kumpulkan sampai Rp 2 miliar, lalu diserahkan ke Taufik (Rahman). Uang itu dibutuhkan karena (Mustafa) akan (ikut) pencalonan gubernur. Jika bisa, akan dijanjikan pekerjaan di Lampung Tengah. Terus tindak lanjutnya?" tanya JPU Taufiq.
Saifudin kemudian mengaku meminta bantuan kapada saudara-saudara terdekat hingga bisa mengumpulkan uang Rp 2 miliar dan diserahkan melalui Rusmaladi di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
"Uangnya dari saya Rp 500 juta, Febri Abduliah Rp 500 juta, Nawawi Rp 200 juta, Kyai Rp 200 juta, Batin Rp 200 juta, Uan Rp 200 juta, dan Heri Rp 200 juta," sebutnya.
Setelah penyerahan uang tersebut, Saifudin mengaku mendapatkan proyek di Rumbia dengan pagu anggaran Rp 1,5 miliar.
Pada tahun 2018, lanjut Saifudin, Mustafa kembali meminta uang Rp 100 juta dan langsung diserahkan kepada Rusmaladi.
"Total 2017-2018 itu Rp 2,1 miliar," tandasnya.
Menanggapinya, Mustafa menyampaikan bahwa Saifudin merupakan keluarga terdekat.
Mustafa mengaku sering bertemu dengan Saifudin.
"Dan, saat itu PKB meminta uang untuk rekomendasi. Saya kelabakan karena bersamaan juga NasDem dan PKS sudah memberi rekomendasi, sehingga kami butuh banget," kata Mustafa.
Mustafa mengaku terkait uang Rp 2 miliar tersebut statusnya meminjam.