Lampung Barat

Banjir hingga Longsor di Lampung Barat, Luapan Way Mentrang Mencapai 7 Meter

Di wilayah Kecamatan Balik Bukit, tepatnya di Pekon Kubu Perahu, terjadi bencana tanah longsor dan meluapnya air Sungai Way Mentrang.

Tayang:
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani
Lokasi longsor di Pekon Kubu Perahu, Balik Bukit, Lampung Barat, Senin (29/3/2021) sekira pukul 13.30 WIB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Barat pada Minggu (28/3/2021) kemarin menyebabkan bencana alam di Kecamatan Balik Bukit dan Pagar Dewa.

Di wilayah Kecamatan Balik Bukit, tepatnya di Pekon Kubu Perahu, terjadi bencana tanah longsor dan meluapnya air Sungai Way Mentrang.

Akibatnya, sebuah warung milik warga hanyut terbawa arus.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, Senin (29/3/2021) sekira pukul 13.30 WIB, terlihat sejumlah aspal mengelupas, drainase rusak, dan sisa material tanah longsor di Pekon Kubu Perahu Km 2, tepatnya sebelum Kolam Renang Way Sinda, jalan lintas Liwa-Krui.

Baca juga: 3 Orang Tertimbun Longsoran Tebing Setinggi 25 Meter

Baca juga: Lima Santriwati Tewas Tertimpa Tebing Longsor di Pamekasan Madura

Sejumlah petugas nampak sedang melakukan perbaikan di lokasi tersebut.

Setengah ruas jalan mengalami kerusakan hingga memaksa petugas menerapkan sistem buka-tutup jalan agar kendaraan dapat melintas.

Dari lokasi longsor tersebut menuju arah Krui, Pesisir Barat sekira sepanjang 2 kilometer nampak aspal yang mengelupas di sejumlah titik beserta tepi jalan yang terkikis.

Kemudian di lokasi hanyutnya satu warung makan di Pekon Kubu Perahu, tepatnya sekira 200 meter sebelum Jembatan Way Mentrang, terlihat garis polisi.

Hingga saat ini belum ada tindakan lebih lanjut dari instansi terkait.

Usriawan (48), pemilik warung makan, mengungkapkan, kronologi kejadiannya.

"Hari Minggu (28/3/2021) sekira pukul 15.00 WIB hujan deras mengguyur wilayah sini," ungkap Usriawan saat ditemui Tribunlampung.co.id, Senin (29/3/2021).

Lalu sekira pukul 16.00 WIB, air Sungai Way Mentrang meluap dan naik setinggi hampir 7 meter.

"Setelah itu, derasnya aliran sungai menghanyutkan berbagai material seperti batang pohon, bebatuan, hingga warung makan saya ikut hanyut," jelasnya.

Ia mengaku, barang berharga yang dapat diselamatkan hanya sebuah etalase.

"Tadinya masih tersisa dua etalase, kemudian kami berupaya menyelamatkannya dengan mengikat kedua etalase tersebut di pagar besi pembatas jalan," terang Usriawan.

Lantaran arus begitu deras hingga mengikis tepi jalan, pagar besi pembatas jalan pun ikut hanyut beserta kedua etalase tersebut.

Menurut taksirannya, Usriawan mengalami kerugian sekira Rp 20 juta atas kejadian tersebut.

"Sekira pukul 20.00 WIB sudah dipasang garis polisi oleh petugas," ujarnya.

Sampai April

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat Maidar memperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Lampung Barat akan berlanjut sampai April 2021.

"Berkisar 35-40 milimeter," terang Maidar di kantornya, Senin (29/3/2021).

Ia mengimbau, bagi pengendara yang akan melintasi Jalan Lintas Liwa-Krui untuk berhati-hati karena wilayah tersebut rawan longsor dan pohon tumbang.

Sebelumnya, Minggu (28/3/2021), terjadi sejumlah bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Barat, khususnya Kecamatan Balik Bukit dan Pagar Dewa.

Di Kecamatan Balik Bukit, terjadi tanah longsor dan pohon tumbang yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas selama lebih dari dua jam, yakni sekira pukul 16.00-18.30 WIB.

Sementara di Kecamatan Pagar Dewa, terjadi luapan air Sungai Lilingan di Pemangku 6, Pekon Margajaya, yang menggenangi area pertanian.

Kemudian, jembatan yang tertimbun longsor di Pemangku 1 Pekon Margajaya, meluapnya air Sungai Talang Kepayang di Pemangku 7 Pekon Margajaya yang berakibat longsor di sekitar jembatan.

Selanjutnya, banjir di Pemangku 6 Pekon Sidodadi yang mengakibatkan jebolnya lima kolam ikan beserta area persawahan yang terendam dengan luas sekira 5 hektar serta kerugian ditaksir Rp 150 juta.

Lalu, banjir akibat luapan Sungai Way Umpu yang merendam sejumlah area persawahan di Pemangku 2 Pekon Pagar Dewa, banjir luapan Sungai Way Tungkus di Pemangku 2 Talang Baru Pekon Pahayu Jaya yang mengakibatkan sejumlah kolam ikan dan permukiman warga tergenang air.

Terakhir, banjir akibat luapan Sungai Basung Pemangku 7 Pekon Basungan yang berdampak pada terendamnya sejumlah area persawahan, kolam ikan, dan pemukiman warga. ( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved