Breaking News:

Bandar Lampung

Cerita Mantan Teroris di Lampung Kembali Setia NKRI, Nana Berubah Demi Anak

Nurhasanah atau Nana, mantan teroris di Lampung yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Wanita Bandar Lampung.

Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Nurhasanah mencium bendera merah putih simbol kesetiannya terhadap NKRI, Selasa (6/4/2021). Nurhasanah atau Nana, mantan teroris di Lampung yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Wanita Bandar Lampung, kini telah bertaubat dan mengikrarkan diri tetap setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Nurhasanah atau Nana, mantan teroris di Lampung yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Wanita Bandar Lampung.

Kini ia telah bertaubat dan mengikrarkan diri tetap setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suara lantang terdengar dari mulut seorang narapidana penghuni Lapas Wanita Bandar Lampung.

Di hadapan sejumlah pejabat Lapas serta Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan perwakilan pihak Kepolisian, perempuan ini mengucapkan ikrar.

Narapidana perkara terorisme ini bukan tengah dihukum ataupun telah melakukan kesalahan selama dibina di Pemasyarakatan. Melainkan ia bersumpah dan mengikrarkan diri untuk tetap setia terhadap NKRI.

Nana merupakan satu di antara pelaku dari aksi teror pelemparan bom panci di Polres Indramayu tahun 2018.

Nana sendiri dulunya hanya mengakui kekhalifahan ISIS dengan pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi. Namun empat tahun menjalani masa pidana dan rehabilitasi dekaradikalisasi, Nana mengakui NKRI serta Pancasila.

"Saya berjanji untuk setia kepada NKRI dan akan melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala tindakan terorisme yang dapat memecah belah persatuan Indonesia," ujar Nana di Lapas Wanita Bandar Lampung, Selasa (6/4/2021).

Nana pun menyatakan melepas baiat terhadap pimpinan atau amir ISIS yaitu Abar Bakar Al Baghdadi maupun yang menggantikannya Ibrahim Al Hasyimi Al Quraishi. "Dan ataupun pemimpin organisasi-organisiasi jihadis radikal lainnya," ujar dia.

Nana pun menyesali segala kesalahan yang telah ia perbuat. "Dan saya tidak akan bergabung lagi dengan amir kelompok teroris lainnya yang terlibat dan menyetujui aksi teror manapun di dunia ini," ucapnya.

Halaman
123
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved