Breaking News:

Lampung Selatan

Kadishub Lamsel: SE Kemenhub Tidak Larang Mudik Lebaran

Mengaju pada Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 24 Tahun 2021 tidak ada larangan bagi masyarakat untuk perjalanan darat di masa pandemi.

Tribunlampung.co.id/Deni
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan pemudik terlihat ramai saat memasuki jalan tol Bakauheni-Terbanggi besar km 83, Jatimulyo, Sabtu (8/6/2019). Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Wagub Lampung Nunik Ingatkan Warga Jangan Bepergian 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Mengaju pada Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 24 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksana perjalanan orang dengan transportasi darat dalam masa pandemi Covid-19, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan darat di masa pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan Mulyadi Saleh, Rabu (7/4), mengatakan, dalam SE tertanggal 29 Maret 2021 itu tidak menyebukan adanya larangan bagi masyarakat untuk mudik Lebaran.

SE tersebut, kata dia, mengajak pelaku perjalanan orang dengan transportasi darat harus melaksanakan protokol kesehatan, mulai dari tempat pemberangkatan sampai kedatangan.

Baca juga: Gubernur Lampung Arinal Larang ASN Mudik Lebaran 2021

"Pemerintah daerah berkewajiban melakukan pengawasan dengan berkoodinasi bersama stakeholder terkait," ujar Mulyadi.

Dikatakannya, pada poin 3 huruf C, untuk perjalanan angkutan sungai, danau dan penyeberangan, pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan bermotor umum serta angkutan sungai dan danau menjalani tes acak (random check), rapid test Antigen atau tes GeNose C19.

Lalu pada poin 3 huruf f, kata Mulyadi, dijelaskan pula bila pelaku perjalanan yang menggunakan angkutan penyeberangan, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x 24 jam sebelum keberangkatan.

Atau hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sebelum keberangkatan sambil menunggu keputusan pelaksanaan tes RT-PCR sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif tes GeNose C19 di rest area. (ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved