Apa Itu

Apa Itu Epidural Hematoma, Viral Setelah Ikatan Cinta Episode Aldebaran Kecelakaan

Pertanyaan apa itu Epidural Hematoma menjadi viral setelah adegan Aldebaran kecelakaan di sinetron Ikatan Cinta. Apa penyebab Epidural Hematoma.

RCTI PLUS
Ilustrasi adegan Aldebaran di sinetron Ikatan Cinta yang disebut dokter mengalami Epidural Hematoma. Berikut, penjelasan apa itu Epidural Hematoma. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pertanyaan apa itu Epidural Hematoma menjadi viral setelah adegan Aldebaran kecelakaan di sinetron Ikatan Cinta pada episode 27 April 2021.

Dokter menyebutkan, Aldebaran yang diperankan Arya Saloka, mengalami Epuidural Hematoma.

Lalu, apa itu Epidural Hematoma yang disebut dokter dalam sinetron Ikatan Cinta tersebut?

Dilansir Tribun-Timur.com, Epidural Hematoma adalah kondisi darah masuk dan menumpuk di ruang antara tulang tengkorak dan lapisan yang menyelimuti otak, atau disebut dura.

Masuknya darah ke ruang tersebut karena cedera kepala yang menimbulkan keretakan tulang tengkorak, kerusakan atau sobeknya lapisan dura, atau pembuluh darah otak.

Menumpuknya darah di ruang yang terdapat di antara tulang tengkorak dan lapisan dura ini meningkatkan tekanan di kepala dan berpotensi menekan otak.

Baca juga: Apa Itu Tunjangan Pangan dalam Komponen THR PNS

Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, pergerakan, kesadaran, dan kemampuan berbicara.

Ilustrasi adegan Aldebaran di sinetron Ikatan Cinta yang disebut dokter mengalami Epidural Hematoma. Berikut, penjelasan apa itu Epidural Hematoma.
Ilustrasi adegan Aldebaran di sinetron Ikatan Cinta yang disebut dokter mengalami Epidural Hematoma. Berikut, penjelasan apa itu Epidural Hematoma. (Instagram Layar Drama RCTI)

Epidural hematoma dapat menyebabkan kematian.

Apa penyebab Epidural Hematoma

Epidural hematoma disebabkan akibat masuk dan menumpuknya darah pada ruang yang ada di antara tulang tengkorak dan lapisan yang menyelimuti otak (dura).

Baca juga: Apa Itu Eksfoliasi dan Manfaatnya Bagi Kecantikan Kulit Wajah

Cedera kepala yang menimbulkan keretakan tulang tengkorak, kerusakan atau sobeknya lapisan dura, atau pembuluh darah pada otak, membuat darah dapat masuk ke ruang yang ada di antara tulang tengkorak dan dura tersebut.

Cedera kepala sendiri umumnya disebabkan oleh kecelakaan, seperti ketika berkendara atau berolahraga.

Masuk dan menumpuknya darah pada ruang yang ada di antara tulang tengkorak dan dura juga meningkatkan tekanan dalam rongga kepala.

Hal itu dapat menyebabkan kerusakaan otak dan permasalahan kesehatan lainnya.

Anak-anak berumur di bawah 2 tahun memiliki risiko lebih tinggi menderita epidural hematoma apabila mengalami benturan kepala, karena membran atau lapisan yang menyelimuti otak belum sepenuhnya melekat dengan tulang tengkorak.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved