Pesawaran
Siswi SMA di Pesawaran Lampung Ditemukan Tewas dengan Dasi Melilit Leher
korban dalam keadaan sudah berbaring di kamar dengan seutas dasi sekolah warna abu - abu melilit di leher
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Geger seorang siswi di Kabupaten Pesawaran Lampung nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Jumat, 7 Mei 2021 pukul 15.30 WIB.
Siswi berinisial Ro (17) warga Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran megakhiri hidup di dalam kamarnya.
Pertama kali yang menemukan Ro dengan kondisi lemah adalah ibunya sendiri, Ra (43).
"Ibunya yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan sudah berbaring di kamar dengan seutas dasi sekolah warna abu - abu melilit di leher," kata Humas Polres Pesawaran AKP Aris Siregar mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Jumat malam.
Ditambahkan Aris, dasi tersebut sepanjang kurang lebih 1,26 meter. Tidak hanya dasi, di dekat tubuh korban juga ditemukan bambu sepeanjang 2,5 meter yang sudah patah.
Sontak Ra berteriak histeris setelah mendapati putrinya dalam keadaan seperti itu. Lantas datang saudara korban, Se (19), yang melihat korban sudah terbaring di kamar bersama ibunya.
Lantas saksi Se berupaya memberikan pertolongan dengan memutus dasi yang mengikat leher korban.
Warga sekitar yang mendengar tangisan ibu korban langsung menuju rumah yang gaduh tersebut. Kemudian memberi pertolongan dengan membawa korban untuk mendapat pertolongan medis ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
Karena tidak sanggup menolong korban, lantas dibawa ke tempat pelayanan kesehatan lainnya. Ironisnya ketika masih di perjalanan korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Aris mengungkapkan, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kedondong, jajaran dari Polres Pesawaran.
Petugas lantas menuju ke tempat kejadian perkara melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Lantas mengamankan barang bukti, menghubungi Puskesmas Kota Dalom dan melakukan identifikasi terhadap jasad korban.
"Hasil pemeriksaan di HP korban ditemukan pernyataan dari korban, bahwa korban bunuh diri karena kemauan sendiri," tuturnya.
Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga dibuat surat pernyataan penolakan otopsi dari pihak keluarga.
Rencananya jenazah korban dimakamkan, Sabtu, 8 Mei 2021 di pemakaman umum Desa Way Harong Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran.
Beredar kabar bila korban nekat gantung diri karena putus cinta. Atas kabar tersebut, petugas sedang melakukan penyelidikan.