BANDAR LAMPUNG
Cerita Dewi Hardiyanti Rintis Kepiting Nyablak, Blusukan Cari Kepiting Segar
Banyak pengusaha wanita yang sukses berbisnis kuliner, satu di antaranya Dewi Hardiyanti Owner Kepiting Nyablak dan Tungkune Dewi.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Hanif Mustafa
"Disini, saya tak hanya menghadirkan menu-menu Kepiting Nyablak. Tapi saya juga menghadirkan Restoran yang instagramable, agar konsumen yang datang bisa makan sekaligus foto-foto," kata Dewi.
Diluar dugaan Dewi, ternyata jumlah konsumen yang datang sejak awal Kepiting Nyablak dibuka, selalu banyak.
Bahkan sampai ada yang mengantri. Kemudian Dewi berinisiatif membuka cabang Kepiting Nyablak di Gotong Royong akhir tahun 2019.
Di tahun 2020, Dewi menghadapi rintangan. Omzetnya menurun hingga 70 persen akibat pandemi covid-19.
Agar omzenya tida terus menurun dan Dewi tetap bisa bertahan, Dewi melakukan inovasi, yakni dengan membuat Telur Nyablak dan Kerang Nyablak.
Kedua menu itu, harganya lebih hemat dibandingkan dengan Kepiting Nyablak.
Dengan begitu orang yang ingin makan direstorannya tapi tidak memiliki banyak uang tetap bisa makan.
Dengan adanya dua menu itu, penjualan Dewi mulai meningkat.
Awal tahun 2021, Dewi membuat usaha kulìner baru bernama Tungkune Dewi, yang menjual aneka masakan rumahan dengan harga terjangkau. Seperti ayam bakar, nasi liwet, dan lain-lain.
"Tungkune Dewi sebenarnya usaha kuliner online. Tapi kalau ada yang mau membeli dan makan di Kepiting Nyablak bisa. Tapi hanya Kepiting Nyablak di Gang PU. Sampai sekarang banyak yang minta makan menu Tungkune Dewi di Kepiting Nyablak," tutup Dewi
( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kepiting-nyablakkkk.jpg)