Breaking News:

Tanggamus

Cegah Ledakan Kasus Covid-19, Diskes Tanggamus Tracing 14 Hari Sebelum dan Sesudah Idul Fitri

Dinas Kesehatan Tanggamus meningkatkan tracing sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai Idul Fitri 1442 H.

Tribun Lampung/Tri Yulianto
Pos relawan Covid-19 di Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Kesehatan Tanggamus meningkatkan tracing sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai Idul Fitri 1442 H.

Hal itu diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bambang Sutejo, yang sekarang sudah dijalankan. Teknis pelaksanaannya melibatkan seluruh puskesmas. 

"Setiap puskesmas harus aktif meningkatkan kemampuan survailance. Itu untuk mendata dan mentracing siapa pun yang tiba di wilayah masing-masing puskesmas," ujar Bambang, Minggu (16/5/2021).

Ia menambahkan, puskesmas melibatkan aparat pekon, bidan desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, untuk bersama-sama lakukan tracing terhadap orang yang datang. 

Lantas saat diketahui ada warga yang baru tiba dan mengalami gejala seperti Covid-19 akan langsung dirapid antigen. Jika hasilnya reakitif akan tes PCR melalui mobile PCR. 

Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Lampung Fluktuatif Dikarenakan Adanya Testing

Jika hasilnya juga positif akan dilihat kondisinya, jika gejala ringan diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Namun jika gejala berat langsung dirujuk ke rumah sakit. 

"Jadi tracing diadakan saat ada orang yang datang, lalu tes dan hasilnya positif Covid-19, tracing lagi siapa saja yang pernah kontak, begitu seterusnya. Dan itu dilakukan bersama-sama," ujar Bambang. 

Ia mengaku, untuk para aparat pekon, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan lainnya sudah diberi langkah-langkah melakukan tracing. Sehingga pihak yang dilibatkan tahu siapa saja yang akan ditracing.

Baca juga: Masyarakat Tanggamus Lampung Kunjungi Pantai di Libur Lebaran, Yudi: Enak untuk Kumpul-kumpul

"Cara itu sudah kami desain karena momentum lebaran pasti ada yang mudik, entah bagaimana caranya, dan dari mana saja. Maka melalui tracing ketat ini tercermati betul bakal timbulnya kasus Covid-19," terang Bambang.

Ia mengaku, pola ini sudah dilaksanakan 14 hari sebelum Idul Fitri dan 14 hari setelah Idul Fitri. Sebab masa penyebaran Covid-19 terjadi pada kurun waktu tersebut saat momentum Idul Fitri.

"Semoga saja masa Idul Fitri ini tidak membuat lonjakan kasus yang tinggi," ujar Bambang.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved