Kasus Suap Lampung Tengah

Kasus Suap Lamteng, Jaksa KPK Akan Panggil 5 Saksi, Satu di Antaranya Petinggi SGC

Jaksa Penuntut Umum KPK menyatakan telah mengirimkan surat panggilan terhadap 5 orang saksi

Penulis: joeviter muhammad | Editor: soni
Tribunlampung.co.id / Deni
ILUSTRASI Suasana sidang perkara dugaan suap dengan terdakwa eks Bupati Lampung Tengah Mustafa di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jaksa Penuntut Umum KPK menyatakan telah mengirimkan surat panggilan terhadap 5 orang saksi persidangan kasus fee proyek di Dinas PUBM Lamteng.

Ke lima saksi yang dipanggil yakni Chusnunia Chalim alias Nunik, Midi Iswanto, Slamet Anwar, Khaidir Bujung dan petinggi SGC Purwanti Lee.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho menyatakan, pihaknya sudah mengirim surat panggilan secara patuh dan sah ke masing masing per tanggal 20 Mei 2021.

"Surat panggilan sudah dikirim dan diterima oleh masing masing ini, jadi tunggu saja besok untuk kehadiran mereka," kata Taufiq, Rabu (26/5/2021).

Menurut Taufiq, kehadiran ke 5 orang saksi ini berdasarkan penetapan majelis hakim. Oleh karena itu, jika ada saksi yang tidak hadir menjadi kewenangan majelis hakim untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca juga: Sidang Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Ditunda Pekan Depan, Kuasa Hukum: Tidak Ada Niatan Menunda

"Karena panggilan ini permintaan berdasarkan penetapan dari majelis hakim, kita (JPU) hanya melaksanakan penetapan majelis hakim," kata Taufiq.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Mustafa, M Yunus menyatakan pihaknya siap menghadapi persidangan lanjutan di PN Tipikor Tanjungkarang.

Menurutnya tim penasihat hukum sudah menyiapkan bahan dan draf pertanyaan untuk mengkonfrontir keterangan saksi.

Terkait kehadiran 5 orang saksi yang dipanggil kembali, M Yunus berharap yang terbaik.

"Kalau saya berprasangka baik, saya yakin mereka (saksi saksi) bisa datang sebagai warga negara yang baik," kata M Yunus.

M Yunus mengatakan, dalam agenda sidang tersebut bakal mengkonfrontir Keterangan saksi yang dinilai agak kontradiktif.

Berdasarkan keterangan Nunik pada persidangan sebelumnya, lanjut M Yunus Nunik bilang tidak menerima dan tidak menyuruh orang untuk mengakui menerima.

"Sementara Keterangan saksi Selamet Anwar, 3 kali dia diminta Nunik, orang tua dan orang dekat nunik untuk mengakui menggunakan uang Rp 150 juta," kata M Yunus.

Menurut Yunus, ada keterangan saksi di bawa lembaga peradilan yang berbohong karena memberikan keterangan palsu.

"Norma nya jelas, memberikan keterangan palsu sesuai pasal 21 Undang undang tipikor masuk dalam menghalangi penyidikan. Ancaman pidana 7 tahun," kata M Yunus.

Kendati demikian, M Yunus menegaskan dirinya tidak mengetahui siapa yang memberikan kesaksian palsu diantara 5 saksi tersebut.

"Yang jelas faktanya ada yang berbohong di bawa sumpah, dihadapan majelis hakim dan proses persidangan," kata M Yunus.(Tribun Lampung.co.id/Muhammad Joviter)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved