Breaking News:

Tanggamus

Tekab 308 Polres Tanggamus Tangkap Jambret di Jalinbar Kota Agung Timur

Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap seorang tersangka jambret berinisial MR (19), warga Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Wonosobo.

Tribunlampung / Tri
Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap seorang tersangka jambret berinisial MR (19), warga Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Wonosobo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap seorang tersangka jambret berinisial MR (19), warga Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Wonosobo.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, tersangka MR ditangkap tanpa perlawanan kediamannya.

"Tersangka ditangkap pada Senin (24/5/2021) dini hari," ujar Ramon mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Kamis (27/5/2021).

Ia menambahkan, dari penangkapan MR berhasil mengidentifikasi tiga rekannya yang terlibat dalam penjambretan di Pekon Kampung Baru, Kota Agung Timur, Tanggamus.

"Tersangka bersama tiga rekannya yang telah diidentifikasi melakukan jambret terhadap korbannya Sundari (33) warga Semaka," jelas Ramon.

Baca juga: Polsek Cukuh Balak Terbitkan 4 SKCK untuk Warga di Pulau Tabuan

Ia menambahkan, dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti sepeda motor Yamaha Aerox B 5695 TEW yang digunakan melakukan jambret dan satu ponsel merek Realme C15 tipe RMX2180.

Penjambretan dialami korban pada Minggu 14 Maret 2021, sekitar pukul 14.30 WIB di jalinbar ruas Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur.

Mulanya korban dibonceng suaminya melakui dari arah Gisting menuju ke rumahnya. Sampainya di lokasi penjambretan dipepet motor lainnya di dari sebelah kiri.

Saat itu para pelaku langsung menarik tas milik korban yang dipangkunya, dan sempat terjadi tarik menarik antara pelaku dengan korban. Sehingga tali tas putus, lalu dibawa kabur oleh para pelaku.

Akibat penjambretan, korban mengalami kerugian tas yang berisikan beberapa unit ponsel senilai Rp 10 juta dan melapor ke Polres Tanggamus.

Dari keterangan tersangka MR, ia melakukan kejahatan tersebut bersama tiga rekannya, menggunakan dua sepeda motor, salah satunya Yamaha Aerox.

Tersangka juga mengaku, bahwa ia mengendarai sepeda motor temannya bersama seorang pelaku lainnya dengan tugas mengawasi situasi pengguna jalan.

Ramon mengaku saat ini masih mengejar tiga para pelaku lain rekan-rekan.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana ancaman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Ramon. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved