Pringsewu
80 Kg Belut Terjual di Tepi Jalinbar Pringsewu dalam Sebulan
Rata-rata dalam kurun waktu sebulan sebanyak 80 kilogram belut terjual di tepi ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Rata-rata dalam kurun waktu sebulan sebanyak 80 kilogram belut terjual di tepi ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu.
Tepatnya di rest area dekat persimpangan Tugu Gajah, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian mengatakan, kurang lebih ada lima orang penjual belut di lokasi tersebut.
Menurut dia, dalam kurun satu minggu bila dirata-rata seluruh penjual belut itu memasarkan sebanyak 20 kilogram.
Sehingga dalam satu Minggu ada sejumlah 80 kilogram belut dipasarkan di tepi Jalinbar Pringsewu.
Baca juga: Harga Belut di Pringsewu Melambung, Tembus Rp 80 Ribu per Kg
Pedagang belut bernama Panggiah mengungkapkan, penjualan tersebut bervariasi.
Pada waktu ramai, menurut dia, penjualan sehari bisa sampai 10 kilogram.
Tapi di saat sepi, terkadang masih pulang membawa belut.
Oleh karena itu, Panggiah harus rajin mengganti air dalam plastis kemasan.
Supaya belut yang sudah dikemas itu tidak mati dan tetap segar fresh.
"Makanya kami membawa air dalam jeriken ini buat mengganti air di plastik supaya belut tidak mati," imbuhnya. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pedagang-belut-di-tepi-jalinbar-pringsewu-2.jpg)