Breaking News:

Korban Tenggelam di Pantai Ketang

Beberapa Pantai di Sepanjang Laut Ketang Dilarang untuk Berenang

Sepanjang Pantai Ketang dari Pantai Kedu, Pantai Kedu Warna, Pantai Batu Rame hingga Pantai Alau-alau sebenarnya dilarang untuk berenang

Tribunlampung.co.id/Dedi
Ilustrasi - Pantai Ketang, Lampung Selatan. Beberapa Pantai di Sepanjang Laut Ketang Dilarang untuk Berenang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Sepanjang Pantai Ketang dari Pantai Kedu, Pantai Kedu Warna, Pantai Batu Rame hingga Pantai Alau-alau sebenarnya dilarang untuk berenang, karena ombak disepanjang pantai tersebut cukup besar dan arus pantainya cukup kuat juga airnya cukup dalam.

"Beberapa pantai di sepanjang Laut Ketang tersebut memang dilarang untuk dipakai untuk berenang. Pihak pengelola pantai pun sudah memasang plang atau rambu-rambu dilarang berenang. Karena setelah di cari tahu ternyata disepanjang pantai tersebut memiliki ombak yang cukup besar, arus pantainya cukup kuat juga airnya cukup dalam," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan Rini Ariasih, Selasa (1/6/2021).

"Kami juga selau mengimbau kepada pihak pengelola pantai untuk menaruh penjaga pantai di pantainya untuk mengantisipasi kejadian yang ada," sambungnya.

Rini mengatakan ombak di pantai-pantai sepanjang Laut Ketang itu sangat tinggi, makanya dilarang untuk mandi atau berenang.

"Arus di pantai-pantai tersebut juga cukup kuat sehingga dapat menarik tubuh kita ke tengah pantai. Selain itu air laut di sana cukup dalam. Jika kita hanya mandi atau bereneng ditepian pantainya tidak seberapa dalam. Namun kalau ombak menarik kita ke tengah pantai, kemungkinan kita juga bisa tenggelam. Karena airnya sangat dalam," kata Rini.

Menurut informasi dari regu penyelamatan yang mencari Korban Dwi Santoso (16) tadi malam, kemungkinan korban tertarik ombak ke kedalaman 20 meter dan korban terbawa arus 100 meter dari lokasi kejadian.

Baca juga: Disparbud Lampung Selatan Imbau Pengelola Pantai Aktifkan Penjaga Pantai

"Saya mengimbau kepada masyarakat supaya untuk mematuhi peraturan atau prosedur di pantai tempat ia berkunjung. Bila tidak diperbolehkan berenang, ya jangan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali," ungkapnya.

"Untuk pengelola pantai yang, saya mengimbau untuk memasang plang atau, rambu-rambu petunjuk bagi pengunjung. Supaya pengunjung dapat lebih berhati-hati lagi. Juga berikan penjaga pantai, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
 

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved