Pringsewu
Belut yang Dijajakan di Tepi Jalinbar Pringsewu Berasal dari Tulangbawang
Belut yang dijajakan di tepi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu ternyata bukan belut dari wilayah Bumi Jejama Secancanan.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Belut yang dijajakan di tepi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pringsewu ternyata bukan belut dari wilayah Bumi Jejama Secancanan.
Melainkan belut yang dipasok dari wilayah Kabupaten Tulangbawang.
Panggiah (60) salah satu penjaja belut segar di tepi Jalinbar Pringsewu mengungkapkan, bahwa belut jualannya itu dari Rawajitu dan Menggala, Kabupaten Tulangbawang.
Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian membenarkan bila belut yang ada di Jalinbar itu berasal dari Kabupaten Tulangbawang.
Oleh karena itu, Debi mengaku, Dinas Perikanan hanya mensuport para pedagang untuk pemasaran belutnya.
Apa bila ada sampah, lanjut Debi, pihaknya menyarankan supaya tidak membuangnya sembarangan.
Baca juga: 80 Kg Belut Terjual di Tepi Jalinbar Pringsewu dalam Sebulan
Mengingat posisi jualan, para pedagang belut ini berada ditepi jalan.
Saran itu disampaikan suapaya tidak menimbulkan kesan kumuh Kabupaten Pringsewu.
"Belut yang ada di Jalinbar itu datangnya dari Tulang Bawang, sama Mesuji, kadang ada juga yang dari Tulang Bawang Barat," tutur Debi.
Debi mengaku telah melapor ke kepala daerah Pringsewu terkait kondisi tersebut.
( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/belut-yang-dijajakan-di-tepi-jalinbar-pringsewu-berasal-dari-tulangbawang.jpg)