Korban Tenggelam di Pantai Ketang
Dilarang Berenang di Pantai Kedu, Bocah Tenggelam Pindah ke Pantai Batu Rame
Namun karena ada larangan berenang, mereka pindah ke Pantai Batu Rame yang berada di sebelah karena pantai Kedu.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Dwi Santoso dan teman-temannya awalnya berencana berenang di Pantai Kedu Warna.
Namun karena ada larangan berenang, mereka pindah ke Pantai Batu Rame yang berada di sebelahnya.
"Awalnya korban dan teman-temannya datang ke Pantai Kedu Warna. Namun karena di pantai tersebut dilarang untuk mandi dan berenang, akhirnya mereka bergeser ke pantai yang berada di sampingnya, yaitu Pantai Batu Rame," kata personel Tim SAR Bernan Givari, Selasa (1/6/2021).
"Pengelolaan Pantai Kedu Warna memang sudah baik dan sudah mengikuti prosedur. Pengunjung tidak diperbolehkan mandi atau berenang di pantai tersebut. Makanya delapan orang tersebut pindah dari Pantai Kedu Warna ke Pantai Batu Rame yang berada di sebelahnya. Karena pantai tersebut tidak memiliki penjaga pantai," sambungnya.
Givari menambahkan, sebenarnya korban datang terakhir saat teman-temannya sudah mandi di pantai tersebut.
Baca juga: Berenang di Kedalaman 20 Meter, Seorang Remaja Tenggelam di Pantai Ketang Lampung Selatan
"Beberapa temannya memilih untuk berenang di pinggiran pantai. Namun korban dan satu temannya ini mandi ke arah tengah. Lalu korban dan temannya keseret ombak hingga ke tengah. Kira-kira 20 meter dalamnya," kata Givari.
"Satu teman korban berhasil menyelamatkan diri ke pinggir pantai dan sudah kembali ke kediamannya. Korban Dwi Santoso hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan 100 meter dari lokasi tenggelam. Korban sempat dibawa ke RSUD Bob Bazar guna autopsi," tutupnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/korban-tenggelam-di-pantai-ketang-2.jpg)