Breaking News:

Kasus KDRT di Pringsewu

Suami Aniaya Istri Hamil 9 Bulan di Pringsewu Terancam 5 Tahun Penjara

Polisi menjerat R dengan pasal 44 ayat (1) UU RI no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Pelaku R di Mapolsek Pringsewu Kota. Suami Aniaya Istri Hamil 9 Bulan di Pringsewu Terancam 5 Tahun Penjara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Seorang suami di Kabupaten Pringsewu mengakui perbuatannya menganiaya istrinya yang hamil sembilan bulan hingga babak belur.

Kepala Polsek Pringsewu Kota Kompol Atang Samsuri mengungkapkan, seorang suami tersebut berinisial R alias Rohim (30).

Sementara istrinya  Eti Kusti Lestari (27).

Kepada polisi, R mengaku tega menganiaya istri karena tidak suka dilarang pergi main.

Istrinya sendiri kepada polisi mengatakan, melarang main suaminya supaya bisa merubah tabiat R yang suka pergi di malam hari dan pulang pada pagi hari.

Ketika itu sang istri Eti Kusti Lestari sedang hamil besar, sembilan bulan. 

Baca juga: Suami di Pringsewu Kabur Seusai Aniaya Istri Hamil 9 Bulan, Anaknya Lahir Tak Tahu

"Istri meminta kepada suami bekerja cari uang buat persiapan melahirkan," tukas Atang mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu, 2 Juni 2021.

Ironisnya, permintaan istri justru menimbulkan amarah bagi suaminya.

Pelaku tidak suka dengan tindakan istrinya.

Kemudian terjadilah cekcok yang berbuntut Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca juga: Setelah Puas Aniaya Istri Hamil 9 Bulan, Suami di Pringsewu Kurung Korban di Dalam Rumah Lalu Pergi

Kini R harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek Pringsewu Kota.

Polisi menjerat R dengan pasal 44 ayat (1) UU RI no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved