Breaking News:

Kasus Suap Lampung Tengah

Justice Collabolator Ditolak Jaksa KPK, Hak Politik Mustafa juga Dicabut

JPU KPK meminta hakim memberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Tribunlampung / Joviter
Sidang perkara dugaan suap Dinas PUPR Lampung Tengah dengan terdakwa Mustafa digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (10/6/2021). Permohonan Mustafa menjadi justice collabolator ditolak jaksa KPK. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - JPU KPK meminta hakim memberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Dengan begitu, Mustafa tidak bisa dipilih sebagai pejabat publik selama empat tahun setelah selesai menjalani masa pidana pokok. 

Di sisi lain, JPU menolak justice collabolator (JC) yang diajukan terdakwa Mustafa.

Alasannya,  Mustafa adalah pelaku utama dalam kasus dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Lampung Tengah.

Baca juga: Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 24,6 Miliar

"Menolak JC yang diajukan dengan alasan terdakwa sebagai pelaku utama," kata JPU KPK Taufiq Ibnugroho dalam sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (10/6/2021).

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa dituntut hukuman lima tahun penjara.

Mustafa dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Lampung Tengah.

Sidang perkara dugaan korupsi di Dinas PUPR Lampung Tengah dengan terdakwa Mustafa kembali bergulir di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (10/6/2021).

Terdakwa yang dihadirkan secara daring mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh JPU KPK.

Baca juga: BREAKING NEWS Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Dituntut 5 Tahun Penjara

Taufiq Ibnugroho menuturkan, Mustafa dinilai terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Halaman
12
Penulis: joeviter muhammad
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved