Breaking News:

Kasus Suap Lampung Utara

KPK Sita Eksekusi Aset Mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara

KPK menyita sejumlah aset mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara terkait kasus suap fee proyek di Lampung Utara yang sudah inkrah secara

Tribunlampung.co.id / Joviter
KPK lakukan sita eksekusi aset milik mantan Bupati Lampung Utara, satu di antaranya Graha Mandala Alam yang berada di Jalan Pagar Alam Kedaton. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset terpidana kasus suap fee proyek di Lampung Utara tahun 2020, Agung Ilmu Mangkunegara.

Penyitaan ini merupakan tindak lanjut atas putusan majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang terhadap terpidana Agung Ilmu Mangkunegara mantan Bupati Lampung Utara.

KPK melakukan penyitaan sejumah aset milik terpidana Agung Ilmu Mangkunegara yang bernilai miliyaran rupiah pada Kamis (10/6/2021).

Adapun penyitaan aset milik mantan Bupati Lampung Utara ini dipimpin oleh Jaksa Eksekusi KPK Josep Wisnu Sigit dan Dormian.

Keduanya telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor: 6/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Tjk tanggal 2 Juli 2020 dengan Terpidana I Agung Ilmu Mangkunegara dan Terpidana II Raden Syahrial Alias Ami dengan melakukan penyitaan beberapa aset milik Terpidana Agung Ilmu Mangkunegara sebagai pembayaran kewajiban uang pengganti. 

Baca juga: Jaksa KPK Beberkan Alasan Menuntut Mustafa 5 Tahun Penjara

Adapun aset-aset tersebut sebagai berikut. Pertama, tanah seluas 734 M2 (tujuh ratus tiga puluh empat meter persegi) sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 329/Sp.J, yang beralamat di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Kedua, tanah dan Bangunan seluas 566 M2 (lima ratus enam puluh enam meter persegi) sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 845/Sp.J, yang beralamat di Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Ketiga, Tanah dan Bangunan yang terdiri dari 2 (dua) Sertifikat Hak Milik yaitu tanah seluas 8.396 M2 (delapan ribu tiga ratus sembilan puluh enam meter persegi) sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 7388/KD dan tanah seluas 4.224 M2 (empat ribu dua ratus dua puluh empat meter persegi) sebagaimana tercantum dalam sertifikat Hak Milik Nomor 7389/KD yang beralamat di Desa Kedaton Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.  

Keempat, tanah dan Bangunan seluas 1.340 M2 (seribu tiga ratus empat puluh meter persegi) sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 9440/Kedaton, yang berlamat di Desa Kedaton Kecamatan Kedaton, Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Kelima, Tanah dan Bangunan seluas 835 M2 (delapan ratus tiga puluh lima meter persegi) sebagaimana tercantum dalam sertifikat Hak Milik Nomor 9784/Kdn yang beralamat di Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Kotamadya Bandar Lampung, Provinsi Lampung.  

Baca juga: Justice Collaborator Ditolak Jaksa KPK, Hak Politik Mustafa juga Dicabut

Halaman
12
Penulis: joeviter muhammad
Editor: Hanif Mustafa
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved