UMKM Lampung
Melihat Budi Daya Jeruk Cokun dan Siam di Tanjung Raya Mesuji
Waris (45), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, mengaku mulai menanam jeruk cokun dan siam sejak 2017.
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Areal perkebunan di wilayah Kabupaten Mesuji didominasi komoditas sawit, karet, maupun singkong.
Namun, siapa sangka ternyata kondisi lahan di sana juga cocok untuk budi daya jeruk cokun dan siam.
Waris (45), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, mengaku mulai menanam jeruk cokun dan siam sejak 2017.
"Mulai 2017 penanaman. Kalau sampai saat ini sudah dua kali panen jeruk ini. Tetapi panennya berbeda. Kalau jeruk siam sebentar lagi akan panen. Sedangkan cokun masih harus menunggu lama," ujar Waris, Jumat (11/6/2021).
Baca juga: Jeruk Mandarin di Adel Buah Lampung Barat Mulai Rp 30.000 per Kg
Waris mengatakan, lahan seluas seperempat hektare bisa menghasilkan 2 ton jeruk.
Soal harga, jeruk cokun berkisar Rp 8.000-Rp 9.000 per kg. Sedangkan jeruk siam Rp 7.000 per kg.
Waris mengungkapkan, sudah ada yang menampung jeruk dari kebunnya.
"Untuk pemasarannya memang hasil panen ini ada yang ambil langsung ke rumah. Tetapi kadang ya saya jual sendiri. Sampai sejauh ini tidak ada kesulitan untuk hasil jeruk yang kita panen ini," jelasnya.
Namun, terus Waris, kendala utama membudidayakan jeruk cokun maupun siam adalah saat musim kemarau.
Sebab, kebun jeruk sangat membutuhkan air yang melimpah.
( Tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/budi-daya-jeruk-cokun-dan-siam-di-tanjung-raya-mesuji.jpg)