Breaking News:

Pringsewu

Kejari Pringsewu Ekspose Dugaan Korupsi Dana Sekretariat DPRD ke BPKP

Penyidik Kejaksaan Negeri Pringsewu telah mengekspose perkara dugaan korupsi anggaran kegiatan di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C
Ilustrasi. Penyidik Kejaksaan Negeri Pringsewu telah mengekspose perkara dugaan korupsi anggaran kegiatan di Sekretariat DPRD Pringsewu ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Penyidik Kejaksaan Negeri Pringsewu telah mengekspose perkara dugaan korupsi anggaran kegiatan di Sekretariat DPRD Pringsewu ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung.

Kasi Pidsus Kejari Pringsewu Marwan mengatakan, ekspose itu menindaklanjuti surat yang dikirim ke BPKP Lampung terkait permintaan audit dana kegiatan selama dua tahun anggaran di sekretariat DPRD Pringsewu.

Pada tahun anggaran 2019, dana kegiatan senilai Rp 28 miliar dan 2020 senilai Rp 27 miliar. Sehingga totalnya sebesar Rp 55 miliar.

Permintaan audit untuk memastikan nilai kerugian negara atas anggaran kegiatan di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Baca juga: Ketua hingga Anggota DPRD Pringsewu Dipanggil Kejari Terkait Dugaan Korupsi Sekretariat

"Ekspose sudah kami laksanakan Senin (14 Juni 2021) kemarin," kata Marwan, Kamis (17/6/2021).

Marwan mengungkapkan, peristiwa pidana dalam anggaran kegiatan itu sudah terang.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Lampung Sumitro membenarkan bila penyidik Kejari Pringsewu telah melakukan ekspose.

"Penyidik kejari telah melakukan ekspose ke BPKP," ujar Sumitro via telepon.

Menurutnya, penyidik Kejari Pringsewu saat ini masih melengkapi data.

Baca juga: Kejari Sudah Periksa Belasan Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Pringsewu

Penyidik Kejari Pringsewu melakukan pemeriksaan secara maraton terkait dugaan penyelewengan dana di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Saksi yang dipanggil terdiri dari anggota legislatif, mulai dari ketua hingga anggota DPRD Pringsewu.

Selain itu, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), pihak rekanan, serta tenaga honorer di Sekretariat DPRD Pringsewu.

Totalnya ada 20-an saksi yang diperiksa.

Penyidikan itu berdasar surat perintah penyidikan nomor  PRINT-01/L.8.20/Fd.2/04/2021 tanggal 8 April 2021. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved