Berita Terkini Nasional
Warga Desa Miliarder di Kuningan Gelar Salat Jumat Terakhir
Bupati Kuningan H Acep Purnama melakukan salat Jumat terakhir di masjid desa miliarder atau Desa Kawungsari, Kuningan Jawa Barat, Jumat (18/6/2021).
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Dedi Sutomo
“Ya tanah unggul disana masih banyak dan ini belum juga mendapat proses kesepakatan antara pemerintah dengan warga disana."
"Dari kejadian dan atas banyak laporan, sebenarnya kami sudah sering mengingatkan kepada pemerintah untuk lebih serius dalam hal ganti untung, kasihan mereka masyarakat yang perlu mendapat perhatian baik lahir dan batinnya,”ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah bangunan rumah di desa miliarder, yaitu Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat, dirobohkan hingga rata dengan tanah, Kamis (10/6/2021).
Perobohan rumah warga tersebut, ternyata sengaja dilakukan warga atau masing–masing pemilik rumah di desa setempat.
“Memang bangunan rumah di desa kami dihancurkan hingga rata dengan tanah ini oleh pemilik rumahnya sendiri,” kata Kusto Kepala Desa Kawungsari saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya, Kamis (10/6/2021).
Penghancuran bangunan rumah warga, kata Kusto sesuai dengan permintaan pemerintah saat melaunching atau meresmikan Waduk Kuningan.
“Iya, dalam waktu dekat ini Waduk Kuningan akan beroperasi sebagai lumbung air. Kaitan dengan bangunan rumah dihancurkan ini sesuai arahan pemerintah juga. Sebab saat Waduk Kuningan berisi jutaan volume air, di dasar embung itu tidak boleh ada bangunan apapun,” ujarnya.
Seraya melakukan penghancuran bangunan rumah, Kusto mengaku beberapa warga juga telah pindah ke permukiman baru, yakni perumahan di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibingbin.
“Kalau bongkar rumah ini sudah beberapa hari dilakukan warga, kemudian beberapa warga juga ada yang telah bersiap membawa barang – barang untuk menempati rumah baru di Sukarapih,” ujarnya.
Menyinggung soal perasaan warga, orang nomor satu di Desa Kawungsari ini mengatakan, masalah perasaan pasti tidak lepas dari suka duka. Apalagi warga angkat kaki dari kampung kelahiran ini untuk selama- lamanya.
“Ya perasaan pasti suka duka. Tapi harus bagaimana lagi, d isatu sisi harus taat terhadap pemerintah dan di satu sisi tentang tanah kelahiran dan kebanggaan,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul Warga Desa Miliarder di Kuningan Gelar Salat Jumat Terakhir, Bupati Sampaikan Ucapan Ini.(Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar)