Breaking News:

Tulangbawang

Petambak Dipasena Tulangbawang Beli Ekskavator Harga Rp 1,6 Miliar, Hasil Swadaya

Para petambak Dipasena di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang membeli satu unit ekskavator hasil swadaya petambak seharga Rp 1,6 miliar.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Petambak Dipasena
Ekskavator yang dibeli para petambak Dipasena di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang. Mereka membeli satu unit ekskavator hasil swadaya petambak seharga Rp 1,6 miliar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Para petambak Dipasena di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang membeli satu unit ekskavator hasil swadaya petambak seharga Rp 1,6 miliar.

Ekskavator jenis long arm Sumitomo SH 210 LC ini telah sampai di Sekretariat Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW) Dipasena, pada Jumat (18/06/2021) malam.

Ketua P3UW Suratman, menuturkan, swadaya petambak untuk membeli ekskavator itu telah digulirkan sejak 2013 lalu.

Hal ini sebagai keseriusan petambak Dipasena untuk kembai bangkit, menggeliatkan areal tambak udang yang pernah mendapat predikat terbesar di Asia Tenggara ini pada medio tahun 90-an ini.

Swadaya masyarakat petambak ini, kata Suratman, telah berhasil menghimpun dana yang peruntukannya sepenuhnya untuk program revitalisasi mandiri infrastruktur pengairan Dipasena. 

Baca juga: Polres Tuba Gelar Vaksinasi Covid-19 Kepada 57 Warga Lansia dan Guru

"Satu di antaranya untuk pembelian unit alat berat."

"Ini (alat berat) menjadi ujung tombak untuk merehabilitasi saluran- saluran perairan di seluruh kawasan pertambakan bumi Dipasena," kata Suratman, Senin (21/06/2021).

Suratman menyebut, sampai saat ini dana yang terkumpul dari program swadaya masyarakat petambak ini mencapai Rp 24 miliar lebih. 

Dana tersebut pergunakan untuk pembiayaan pengerjaan revitalisasi mandiri infrastruktur serta pembelian  6 unit alat berat.

Di antaranya, lima unit ekskavator long arm dan satu unit mesin grader pemadat jalan. 

Baca juga: Anggota DPRD Tulangbawang Dukung BPJB Mem-blacklist Perusahaan Bermasalah

Dia menuturkan, program swadaya masyarakat petambak ini dihimpun dengan sistem iuran Rp 1000/kilogram udang setiap kali panen untuk setiap petambak.

"Iuran ini akan terus dilaksanakan demi keberlangsungan budidaya udang."

"Sambil menunggu realisasi program rehabilitasi tambak Dipasena dari pemerintah," papar Suratman. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

BACA BERITA Tulangbawang lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved