PPKM Darurat

PPKM Darurat Berlaku, Macet Panjang di Pelabuhan Bakauheni

Sejumlah pelaku perjalanan tidak mengetahui kalau mulai hari ini PPKM Darurat sudah dimulai. Akibatnya, terjadi kemacetan di luar Pelabuhan Bakauheni.

Dok Warga
Terjadi kemacetan di luar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (5/7/2021). Sejumlah pelaku perjalanan tidak mengetahui kalau mulai hari ini PPKM Darurat sudah dimulai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Banyak pengguna jalan yang tidak tahu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Akibatnya, terjadi kemacetan di luar Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (5/7/2021).

Sejumlah pelaku perjalanan tidak mengetahui kalau mulai hari ini PPKM Darurat sudah dimulai.

Dari siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, terjadi kemacatan panjang dari pintu masuk Pelabuhan Bakauheni hingga Tol Bakauheni.

Baca juga: Rangkaian Prosesi Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora Ditunda Akibat PPKM Darurat

Hingga pukul 18.00 WIB, antrean kendaraan masih terlihat mengular di depan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Diketahui, PPKM Darurat memang hanya berlaku di Pulau Jawa dan Bali selama 3-20 Juli 2021.

Namun, Pelabuhan Bakauheni juga terkena imbasnya.

Akibatnya, banyak pelaku perjalanan yang tidak bisa menyeberang ke Pulau Jawa.

Pengemudi truk bernama Hartono (35) mengaku tak tahu PPKM Darurat sudah berlaku.

Baca juga: Viral Lurah di Depok Gelar Hajatan saat PPKM Darurat, Berikut Faktanya

"Saya tadi diberhentikan ketika hendak memasuki pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Saya ditanya soal hasil tes rapid dan sertifikat vaksin saya. Karena mendadak, saya belum sempat menyiapkan dokumennya," kata Hartono.

"Lalu saya diarahkan ke dalam pelabuhan untuk melakukan rapid test antigen dulu," sambungnya.

Tiara (20), pejalan kaki yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, mengaku sudah rapid test.

Namun, ia belum divaksin.

"Saya tidak tahu kalau vaksinasi menjadi salah satu syarat untuk menyeberang. Karena biasanya yang ditanyakan hanya surat hasil rapid test antigen," kata Tiara.

Sementara itu, Udin (40) mengaku sudah menyiapkan persyaratan yang diperlukan.

"Sebelum melintas tadi saya sempat melihat berita. Katanya mulai hari ini diberlakukan pengetatan di Pelabuhan Bakauheni," kata Udin.

"Saya sudah rapid antigen dari sebelum berangkat tadi. Kebetulan saya juga sudah vaksin. Tapi sertifikatnya belum dicetak. Jadi saya menunjukkan dari HP saya," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved