Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Tukang Tambal Ban di Medan Sudah Sepi Disuruh Kapolda Tutup

Ia bahkan mengaku bahwa hari ini usahanya sepi, tak ada satupun pengendara yang menempel ban di tempatnya.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tukang tampal ban di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal kecewa dengan pernyataan Kapolda Sumut tentang penutupan usahanya di masa PPKM darurat di Kota Medan.

Sukarli (56) Warga Jalan TB Simatupang yang setiap harinya bekerja sebagai tampal ban di sekiataran terminal Kampung Lalang mengaku dirinya tak ada imbauan dari petugas terkait kabar penutupan tukang tambal ban di Medan.

"Belum ada, yang saya dengar dari petugas itu tukang jualan nasi boleh dibeli tapi di bawa pulang. Petugas enggak ada datang sama kita beritahu," cetusnya tepat di pinggir jalan depan terminal Kampung Lalang.

Ia bahkan mengaku bahwa hari ini usahanya sepi, tak ada satupun pengendara yang menempel ban di tempatnya.

Sukarli menduga karena adanya PPKM, membuat pengendara dari arah Kota Binjai dan Deliserdang menjadi sepi yang masuk ke Kota Medan.

Baca juga: Sosok Youtuber yang Bagi-bagi Uang di Bandung, Terungkap Sumber Duitnya

"Hari ini sepi, belum ada yang tampal. saya pun tidak tahu karena kan PPKM ini orang enggak ada lalu lalang lagi. Biasanya yang nambal itukan dari Binjai sana, Deliserdang sana. Itu karena ditutup jadi enggak ada yang datang. Setelah PPKM ini sepi," ungkapnya.

Dengan kondisi ini, ia bahkan kebingungan untuk menafkahi anak dan istrinya apabila tidak ada pelanggan dan tidak diberikan tampal ban.

"Biasanya belum tentu lah pak, pas pasan aja buat makan berkisar 50 ribu. Sekarang bingunglah untuk biayai makan istri anak. Nafkah saya hanya dari sini saja," bebernya.

Sukarli berharap agar pemerintah memperhatikan nasib masyarakat kecil dan tidak membuat kebijakan tampal ban untuk tutup.

Baca juga: Kondisi Ibu yang Dipukul Oknum Satpol PP saat Razia PPKM, Ternyata Tak Hamil

"Harapannya pemerintah janganlah dilarang kami untuk ditutup. Karena apalagi tempat untuk kami makan, perjangan kami untuk hidup anak istri. Saya sudah 10 tahun bekerja sebagai tampal ban," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved