Berita Terkini Nasional
Kakek 72 Tahun Ditemukan Tewas di Bengawan Solo Seusai Mengeluh Dapat Kiriman Santet
kakek ditemukan tewas mengapung di Sungai Bengawan Solo, setelah mengeluh mendapat kiriman santet. ini terjadi pada Kamis (15/7/2021).di Dusun Bison,
"Korban meninggalkan rumah dengan membawa motor Astrea Grand," ujarnya.
"Sebelum meninggal korban juga sempat mengeluhkan pusing, bahkan sempat bercerita sedang terkena santet," aku dia.
"Namun itu masih sebatas dugaan karena belum bisa dibuktikan," jelasnya.
Bila merujuk dari keterangan keluarga lanjut dia.
korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
"Saat ini kami akan menindaklanjuti keterangan keluarga tersebut," terangnya.
"Dan saat ini jasad masih disimpan di ruang jenazah Rumah Sakit Dr Moewardi," imbuhnya.
Larung Pusaka
Sebelumnya, nasib malang tak bisa ditolak Sagimin, kakek 58 tahun asal Dukuh Mentir, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Ya, Mbah Gimin tewas di pinggir Bengawan Solo, Minggu (20/6/2021).
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, dia ditemukan sudah tak bernyawa di depo pasir pinggir Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Patikan RT 6, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal.
Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mengatakan kejadian bemula saat korban bersama anak perempuannya, BN, mendatangi Sungai Bengawan Solo.
Kedatangan keduanya untuk melarung benda yang dipercaya sebagai jimat.
"Korban bersama anaknya bermaksud akan melarung atau membuang jimat (pusaka) milik korban," ungkapnya kepada TribunSolo.com.
"Atas permintaan korban sendiri," aku dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-tewas_20170729_085249.jpg)