Idul Adha 2021

Keluarkan Maklumat Bersama, Pemkab Lampung Barat Rilis Aturan Salat Idul Adha dan Kurban

Maklumat bersama tersebut disampaikan Sekkab Lampung Barat Akmal Abdul Nasir dalam acara coffee morning di Aula Kagungan Setkab Lampung Barat, Senin (

Dok Diskominfo Lampung Barat
Suasana coffee morning di Aula Kagungan Setkab Lampung Barat, Senin (19/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Pemkab  Lampung Barat bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan maklumat bersama terkait penyelenggaraan salat Idul Adha dan kurban di masa pandemi Covid-19.

Maklumat tersebut menindaklanjuti Keppres RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penerapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, SE Menag Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M, serta Instruksi Bupati Lampung Barat Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Pekon dan Kelurahan.

Maklumat bersama tersebut disampaikan Sekkab Lampung Barat Akmal Abdul Nasir dalam acara coffee morning di Aula Kagungan Setkab Lampung Barat, Senin (19/7/2021).

Hadir pula asisten, staf ahli, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Lampung Barat.

Baca juga: Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Ramai H-1 Idul Adha, Aktivitas Warga Abaikan Prokes

Akmal memerintahkan pihak kecamatan hingga pekon dan kelurahan melaksanakan maklumat tersebut.

"Saya minta kepada satuan kerja terkait untuk menyampaikan maklumat bersama ini kepada pihak kecamatan hingga pekon dan kelurahan," kata Akmal.

"Untuk mematuhi dan melaksanakan maklumat bersama tersebut," sambungnya.

Tujuannya, lanjut dia, agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat mengenai teknis pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, Selasa (20/7/2021) besok.

"Agar masyrakat tidak bingung terkait pelaksanaan salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban besok," terang Akmal.

Baca juga: Pemkab Mesuji Tiadakan Salat Idul Adha dan Kurban

Isi maklumat bersama:

1. Malam takbiran menyambut hari raya Idul Adha dapat dilaksanakan di semua masjid atau musala dengan ketentuan:

a. Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid musala dengan memperhatikan standar prokes Covid-19 5M secara ketat.

b. Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan.

c. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan musala.

2. Pelaksanaan salat hari raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka, di masjid, atau di musala, pada wilayah zona merah dan oranye penyebaran Covid-19 ditiadakan dan dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

3. Salat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka, di masjid, atau di musala hanya pada daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

4. Dalam hal salat hari raya Idul Adha yang dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, sebagimana dimaksud pada angka 3, wajib menerapkan standar prokes Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan :

a. Salat hari raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun salat dan penyampaian khotbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit.

b. Jumlah maksimal jamaah salat hari raya Idul Adha yang hadir dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat, agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarsaf dan antarjamaah.

c. Panitia salat hari raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi jamaah yang hadir sehat.

d. Bagi lansia, orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit, atau dari perjalanan, dilarang mengikuti salat hari raya Idul Adha di lapangan terbuka atau masjid.

e. Seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan salat hari raya Idul Adha sampai selesai.

f. Setiap jamaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

g. Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khotbah salat hari raya Idul Adha.

h. Sesuai pelaksanaan salat hari raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

5. Pelaksanaan kurban agar memperhatikan ketentuan:

a. Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban, bila akan dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah maka dilakukan dengan prokes Covid-19 secara ketat.

b. Pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan ruminasia (RPH-R). Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan prokes Covid-19 yang ketat.

c. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima, wajib memperhatikan penerapan prokes Covid-19 secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.

d. Kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.

e. Pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing dan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

6.   Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Hari Raya Idul Adha sebelum menggelar salat hari raya Idul Adha di lapangan terbuka, masjid, atau musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan Covid-19, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar prokes Covid-19 dapat dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali.

7. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrem Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19 atau adanya mutasi varian baru Covid-19 di suatu daerah, maka pelaksanaan maklumat ini disesuaikan dengan konsisi setempat.

Maklumat bersama tersebut dapat dilaksanakan dengan ketentuan:

1. Kondisi dan situasi daerah pelaksanaan ibadah Idul Adha dan pemotongan hewan kurban menyesuaikan dengan pengumuman Satgas Covid-19 Kabupaten Lampung Barat.

2. Jika daerah atau situasi setempat berada pada zona merah atau oranye, maka pelaksanaan ibadah salat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

3. Kegiatan pengawasan pelaksanaan takbir, salat Idul Adha, dan kurban dilakukan oleh Satgas Covid-19 kecamatan dan pekon.

( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved