Breaking News:

Metro

RSUD Ahmad Yani Metro Lampung Bantah Tolak Pasien, Dilema karena Stok Oksigen Terbatas

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Metro mengakui keterbatasan stok oksigen. Namun, pihak RSUD membantah disebut ada penolakan terhadap pasien.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Manajemen RSUD Ahmad Yani Metro menjelaskan kronologi kasus dugaan penolakan pasien, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Metro mengakui keterbatasan stok oksigen.

Namun, pihak RSUD membantah disebut ada penolakan terhadap pasien bernama Yohanes Erlangga (27).

Yohanes Erlangga, warga Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro, Lampung, meninggal dunia diduga setelah ditolak empat rumah sakit berbeda.

Yohanes mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Pasien Meninggal Seusai Ditolak 4 RS di Metro Lampung, Paman Korban Berharap Tak Ada Kejadian Serupa

Kepada awak media, Plt Direktur RSUD Ahmad Yani Metro Hartawan mengungkapkan kronologi kejadian itu.

Dia mengatakan, RSUD Ahmad Yani memang didatangi pasien sekira pukul 14.30 WIB.

Kondisi saturasi oksigen pasien waktu itu hanya 50 persen.

Sementara saturasi oksigen normal berada di atas 90 persen.

"Jadi memang betul-betul dia membutuhkan oksigen. Saat kejadian kita dilema. Pertama jika pasien diterima tapi tidak bisa mendapatkan oksigen. Nah, kalau tidak dapat oksigen, keluarga pasti akan komplain," beber Hartawan dalam jumpa pers di RSUD Ahmad Yani, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: DPRD Minta Penanganan Pasien Positif Covid-19 di Kota Metro Lampung Makin Intensif 

Sementara dilemanya lainnya, terus Hartawan, apakah pasien dan keluarga mau dirawat dengan kondisi oksigen kosong.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved