Breaking News:

Kota Metro

Wali Kota Metro Bantah Ada Penolakan Pasien, Anggota Dewan: Nggak Sinkron Kata dan Fakta 

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrulloh meminta Wali Kota tidak membuat bingung masyarakat tentang situasi rumah sakit

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrulloh meminta Wali Kota tidak membuat bingung masyarakat setempat akan pernyataan tentang situasi dan kondisi rumah sakit.

"Video itu jelas sekali, masyarakat juga tahu kok. Jelas-jelas ada penolakan. Video sudah menyebar kemana-mana soal empat rumah sakit itu. Eh ini dibilang tidak ada penolakan. Ini kan enggak sinkron antara kata dan fakta," bebernya, Minggu (1/08/2021).

Pihaknya meminta agar Wali Kota selaku pejabat publik menyingkronkan kata dan fakta di lapangan. Karena berulang kali membuat bingung masyarakat Kota Metro dengan pernyataannya yang bertentangan dengan fakta.

"Kemarin bilang lagi oksigen Metro paling kuat. Padahal rumah sakit sudah menyatakan darurat oksigen. Plt Direktur RSUD Ahmad Yani itu jelas-jelas angkat tangan soal oksigen. Ini bilang paling aman dibanding daerah lain. Sudahlah," tandasnya.

Baca juga: Wali Kota Metro Lampung Bantah Adanya Penolakan Pasien di Rumah Sakit, Wahdi: Saya Jaminannya

Terkait dugaan penolakan Rumah Sakit, Amrulloh meminta, harus ada tindakan tegas dan investigasi mendalam dari pihak berwenang. Karena persoalan tersebut menyangkut nyawa dan hak warga Kota Metro untuk mendapat pelayanan.

Baca juga: Wali Kota Metro Lampung Bantah Adanya Penolakan Pasien di Rumah Sakit, Wahdi: Saya Jaminannya

"Rumah sakit kan yang punya akses antar fasilitas kesehatan. Apalagi RS daerah. Bisa tanya ke RS lain. Kalau mentok enggak ada di Metro bisa di luar. Bukan warga yang nyari, kan enggak punya akses. Apalagi pasien yang disuruh mutar-mutar," ungkapnya.

Karena itu, pihaknya meminta jangan ada kejadian serupa terhadap warga Kota Metro yang ingin mendapat layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. 

Untuk diketahui, Yohanes Erlangga (27), meninggal dunia setelah ditolak empat Rumah Sakit (RS) di Kota Metro. Ia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 16.00 WIB di rumahnya, Rabu (28/07/2021).

Sementara Wali Kota Wahdi menepis adanya penolakan rumah sakit (RS) terhadap alm Yohanes. "Mana ada penolakan. Saya jaminannya. Ada RS Mardiwaluyo menulis oksigen habis, saya langsung turunkan. Enggak ada penolakan," ujarnya saat bagi sembako kepada pasien isoman di Metro Pusat, Jumat (30/07/2021).

Terkait ketersedian oksigen, Wahdi mengaku, pemerintah terus berusaha. "Metrolah satu-satunya oksigen yang kuat. Kita minta bantuan Palembang dan semuanya kita kerahkan. Jadi enggak ada penolakan. Enggak sama sekali," tandasnya.

Terpisah, RSUD Ahmad Yani mengaku angkat tangan terkait ketersediaan oksigen dan tak memiliki solusi untuk pasien non covid-19 yang membutuhkan oksigen.

"Masalah oksigen ini masalah nasional. Bukan masalah Metro dan Ahmad Yani saja. Jujur kita sedang darurat, soal oksigen ya. Ya kita tidak punya solusi. Kami juga minta solusi soal oksigen ini. Kalau ada pasien butuh selain yang dirawat, ya enggak ada solusi," ujar Plt Direktur RSUD Ahmad Yani Hartawan. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )
 

--

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved