Berita Luar Negeri
Guru yang Tewas Dibunuh Sempat Teriak 'Jangan Ganggu Saya'
Guru yang tewas dibunuh teriak minta pertolongan, 'Tolong lepaskan saya..jangan ganggu saya'
Penulis: Virginia Swastika | Editor: taryono
Edwards kemudian terlihat di titik awal pendakian seberang Gereja Mikahil of Tver, yang berjarak sekitar 15 menit dari rumahnya di Georgia.
"Dia adalah pejalan kaki yang andal dan kemungkinan akan mulai pendakian dari gereja itu," bunyi dokumen tersebut.
Atas kasus guru tewas dibunuh itu, kekasih Edwards, Moudy El Sayed bersumpah akan melacak pembunuhnya.
"Saya punya satu misi sekarang, yaitu membunuh orang yang mengambil nyawanya (Edwards)," kata El Sayed marah.
"Saya tidak peduli jika saya akan menghabiskan sisa hidup di balik jeruji besi. Keadilan akan ditegakkan dan Anda (pembunuh) akan menderita seperti yang dialami Edwards," ungkapnya.
El Sayed juga sempat mengaku sedih tak bisa melindungi kekasihnya dengan baik.
"Aku seharusnya ada di sana untuk melindungimu seperti yang kulakukan selama kita bersama."
"Hidupmu diambil oleh orang jahat saat kamu melakukan sesuatu yang kamu cintai..mendaki adalah favoritmu," sambungnya.
Namun ia berjanji bahwa keadilan akan ditegakkan dan pelaku bisa segera menerima konsekuensi atas aksi mengerikan tersebut.
"Keadilan akan ditegakkan, Sayang. Orang itu akan saya habisi sendiri dan tidak ada yang bisa menghentikan saya. Saya janji," tambah El Sayed.
Mengingat asal Edwards dari Australia, seorang juru bicara dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia turut berbelasungkawa atas kasus guru tewas dibunuh itu.
“Pemerintah Australia menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga seorang wanita Australia yang kematiannya sedang diselidiki oleh pihak berwenang di Tbilisi, Georgia," katanya.
Baca juga: PSK Ditemukan Tewas dengan Mulut Berdarah di Bekas Lokalisasi
Selain itu, disebutkan pula bahwa pemerintah Australia juga akan memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/remaja-tewas-ditikam-teman-sendiri-korban-alami-114-tusukan.jpg)