Berita Terkini Nasional
Nelayan di Batam Ditemukan Tewas, Syahrizal Sempat Hilang 12 Jam
Seorang nelayan di Batam ditemukan tewas setelah sebelumnya dikabarkan hilang saat berada di kelong dini hari.
Kisah lain tentang nelayan hilang pernah terjadi di perairan Kalimantan Barat.
Ketika itu, sebanyak 47 nelayan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak di perairan Kalimantan Barat.
Satu unit helikopter super puma milik TNI AU di Landasan Udara Supadio Pontianak dikerahkan untuk mencari puluhan nelayan yang hilang di perairan Kalimantan Barat.
Untuk diketahui, sebanyak 14 kapal nelayan yang mengangkut 136 ABK hilang setelah dihantam badai pada Rabu (14/7).
Hingga kini masih ada total 47 orang yang masih dalam proses pencarian.
Dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/7), tim SAR hingga kini masih melakukan pencarian terhadap para korban.
Untuk memaksimalkan upaya, TNI AU mengirimkan satu unit helikopter super puma untuk membantu pencarian.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi, helikopter tersebut digunakan untuk melakukan penyisiran udara di area hilangnya korban.
Yopi menjelaskan, pencarian menggunakan helikopter diharapkan dapat mempercepat penemuan korban.
Diketahui sebanyak 14 kapal nelayan dan 136 anak buah kapal (ABK) hilang setelah dihantam badai pada Rabu dini hari.
Setelah dilakukan upaya pencarian, sebanyak 80 orang ditemukan selamat, dan sembilan orang meninggal dunia pada Kamis (15/7).
Sementara itu, 47 orang lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap 47 anak buah kapal,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto, Jumat (16/7/2021).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto menuturkan, belasan kapal nelayan tersebut hilang seusai dihantam badai karena cuaca ekstrem.
Menurut Eryk, kapal-kapal tersebut hilang bersamaan di sejumlah daerah di perairan Kalimantan Barat.
Di antaranya adalah perairan Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan perairan Muara Jungkat, Mempawah.
Baca juga: TKW Asal Indramayu Tewas Ditikam Mantan Pacar, Pelaku Sempat Sembunyi di Hutan
Dilaporkan saat peristiwa terjadi, gelombang mencapai empat hingga lima meter.
Meski proses pencarian juga terkendala cuaca ekstrem, pihak SAR terus berupaya melakukan proses ini.
Sumber: TribunBatam.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nelayan-di-batam-ditemukan-tewas-syahrizal-sempat-hilang-12-jam.jpg)