Berita Terkini Artis

Paskibraka Meninggal Dunia, Raut Wajah Desta Tampak Berbeda di Hari Terakhir Sekolah

Mendiang Desta Veni Rahayu disebut jadi wanita pertama yang jadi Paskibraka Jambi di SMAN 7 Kerinci.

Penulis: Putri Salamah | Editor: Heribertus Sulis
Facebook/Kabar Berita Adi Rozal
Ilustrasi. Mendiang Desta Veni Rahayu Jadi Wanita Pertama yang Jadi Paskibraka Jambi di Sekolahnya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.IDPaskibraka Jambi meninggal dunia. Kepergian Desta Veni Rahayu pada Minggu (8/8/2021) menyisahkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya.

Namun dalam duka itu, keluarga Desta Veni Rahayu merasa bangga kepada pengorbanan Desta tersebut.

Bahkan, diketahui bahwa mendiang Desta Veni Rahayu adalah wanita pertama yang menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Jambi di sekolahnya.

Hal itu diungkapkan oleh bagian Kesiswaan SMAN 7 Kerinci, Nanang.

Sepanjang sekolah itu berdiri, menurut Nanang, Desta menjadi wanita pertama yang menjadi Paskibraka tingkat provinsi.

“Sudah banyak siswa lelaki SMA 7 Kerinci yang berhasil menjadi peserta Paskibraka provinsi. Tetapi kalau perempuan baru Desta seorang, jadi dia mencatat sejarah,” ujarnya.

Baca juga: Penyebab Paskibraka Jambi Meninggal Dunia Akhirnya Terungkap

Nanang menuturkan terakhir melihat Desta saat ke sekolah pada Rabu (4/8/2021) untuk mengurus surat izin sekolah dan persyaratan administrasi Paskibraka.

Nanang menceritakan di hari itu, Desta telihat bersemangat tidak seperti hari biasa yang pendiam.

“Dia ke sekolah dengan begitu bersemangat dan raut wajah ceria. Berbeda dengan hari biasa, yang pendiam,” kata Nanang melalui sambungan telepon.

“Saya masih terngiang, saat dia datang ke sekolah untuk terakhir kali. Dia meminta doa kepada para guru dan wajahnya sangat ceria,” tambahnya.

Nanang menilai Desta Veni Rahayu adalah anak yang baik, penuh semangat, dan prestasi akademiknya cukup gemilang.

Baca juga: Kisah Duka Anggota Paskibraka Meninggal Dunia, Badan Penuh Lebam hingga Tewas Kecelakaan

Selain akademiknya baik, Desta rupanya banyak mengikuti kegiatan ektrakulikuler diantaranya yakni seni, pencak silat, dan karate.

Diceritakan Nanang, bahwa mendiang Desta pernah lolos sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (Pakibraka) pada 2020.

Namun karena pandemic, upacara bendera saat hari kemerdakaan itu ditiadakan, dan barulah di 2021 Desta kembali terpilih mewakili SMAN 7 Kerinci ke tingkat Provinsi.

“Desta memang berambisi lolos Paskibaraka tingkat provinsi, karena mau mencetak sejarah dan membanggakan orang tua serta sekolah,” cerita Nanang.

Penyebab Desta Veni Rahayu Meninggal Dunia

Siswi yang bernama Desta Veni Rahayu ini diketahui meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, penyebabnya karena pecah pembuluh darah di kepala.

Kepergian Desta Veni Rahayu untuk selama-lamanya menjadi duka terdalam bagi keluarga dan teman yang mengenal Desta.

Namun, keluarga mengungkapkan sudah ikhlas melepas kepergian Desta yang gugur memberla Negara dan membanggakan kedua orang tua.

Hal itu diungkapkan oleh kakak Desta, Rangga Prastetya pada Rabu (11/8/2021).

“Kami keluarga sudah ikhlas atas kepergian Desta. Adik saya pergi setelah memberikan kebanggaan kepada orang tua dan gugur saat membela Negara,” kata Rangga Prasetya.

Rangga menceritakan bahwa adiknya mengalami sakit, merasa pusing dan mual pada Sabtu (7/8/2021) siang.

Desta, lanjut Rangga, sempat dua kali pingsan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Setelah mendengar kabar sang adik di bawa ke rumah sakit, Rangga bersama ayahnya langsung berangkat dari Kerinci ke Jambi, sekitar 09.30 WIB.

Namun, dalam setengah perjalanan, di Merangin, Rangga mendapatkan kabar bahwa Desta telah meninggal dunia.

Mendengar hal itu ayah Desta sangat syok, akhirnya Rangga meninggalkan ayahnya di Merangin untuk menunggu jemputan dari Kerinci.

Sedangkan Rangga melanjutkan perjalanan ke Jambi untuk menjemput jenazah Desta di rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Rangga diberitahu penyebab Desta Veni Rahayu meninggal dunia.

“Manager rumah sakit yang langsung mengatakan, kalau Desta mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala karena kelelahan,” ujar Rangga.

Rangga menilai sang adik terlalu bersemangat dalam latihan dan menginginkan hasil terbaik saat pengibaran bendera di HUT RI ke-76, sehingga bisa menjadi kebanggaan orang tua.

Karena semangatnya itu, menurut Rangga, Desta mengabaikan dirinya yang kelelahan.

Bahkan, kata Rangga, Desta melarang pelatihnya menghubingi orang tua saat kondisinya tengah sakit.

“Dia tidak boleh pihak Dispora menghubungi orang tua. Karena dia takut, rang tuanya akan khawatir dan cemas,” ucap Rangga.

Rangga juga menerangkan bahwa mendiang sang adik dalam keadaan sehat, tidak memiliki riwayat penyakit dan hasil tes kesehatan dan tes Covid-19 sebagai syarat sudah terpenuhi.

Ia juga menyebut jenazah mendiang adiknya dilepas oleh Gubernur Jambi, Al Haris menuju Kerinci pukul 12.00 WIB dan tiba di Kerinci sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung dishalatkan.

Tak menunggu lama, cerita Rangga, jenazah Desta dimakamkan di Desa Bedeng Dua, Kecamatan Kayuaro Barat yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher pada 00.00 WIB.

Dengan adanya dukungan dan penghargaan dari pemerintah, Rangga mengatakan bahwa keluarga sangat bangga mendiang Desta berhasil membanggakan kedua orang tua.

“Kedatangan Bupati Kerinci, Bapak Adi Rozal telah menguatkan orang tua yang syok. Kami menjadi bangga, pengorbanan Desta kepada Negara telah mendapatkan penghargaan dan simpati dari banyak orang,” bebernya. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved