Berita Terkini Nasional

Kisah Pilu Anggota Paskibraka, Gagal ke Istana Negara Diduga karena 'Orang Dalam'

Lagi kisah pilu dialami anggota Paskibraka di Sulawesi Barat, di mana seorang anggota Paskibraka gagal ke Istana Negara karena positif Covid-19.

KOMPASTV
Ilustrasi anggota Paskibraka. Lagi kisah pilu dialami anggota Paskibraka di Sulawesi Barat, di mana seorang anggota Paskibraka gagal ke Istana Negara karena positif Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SULAWESI BARAT - Lagi kisah pilu dialami anggota Paskibraka. Kali ini datang dari Sulawesi Barat, di mana seorang anggota Paskibraka gagal ke Istana Negara karena positif Covid-19.

Anggota Paskibraka bernama Kristina itu akhirnya digantikan siswi lainnya berinisial AFT.

Ada dugaan, AFT memanfaatkan 'orang dalam' untuk menggantikan Kristina sebagai satu di antara anggota Paskibraka.

Diketahui, anggota Paskibraka asal Sulawesi Barat, Kristina, dinyatakan gagal ke Istana Negara karena tes PCR positif.

Karena itu, Kristina batal berangkat sebagai anggota Paskibraka Nasional dan digantikan siswi lain bernama AFT, siswi sekolah negeri di Mamasa yang juga dari Sulawesi Barat.

AFT kini dibully dengan tuduhan memanfaatkan orang dalam karena menggantikan Kristina yang gagal ke Jakarta karena dinyatakan positif Covid-19.

Kasus Paskibraka Sulawesi Barat gagal berangkat ke Istana Negara menyisakan kisah pedih bagi keduanya, AFT dan Kristina.

AFT sedih karena dituduh menggunakan orang dalam untuk jadi Paskibraka Nasional, sedangkan Kristina merasa kecewa karena merasa pembatalannya mencurigakan.

Baca juga: Paskibraka Sulawesi Barat Dituding Pakai Orang Dalam: Ditelepon saat Sedang di Sawah

Baca juga: Anak Bunuh Ayah dan Kakak Kandung Gemparkan Warga di Medan

Kristina kecewa dan trauma

Atas penggantian tersebut, Kristina mengaku kecewa dan trauma karena gagal lolos sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional di Istana Negara.

Padahal, saat seleksi tingkat provinsi, siswi kelas 11 SMAN 1 Mamasa, Sulawesi Barat, ini mendapat peringkat pertama.

Saat tahu dirinya diganti siswi lain, Kristina akhirnya meninggalkan kamar kosnya di Kota Mamasa.

Kristina kemudian memilih pulang kampung untuk menenangkan diri.

Meski ada tawaran untuk menjadi bagian Paskibraka Provinsi Sulawesi Barat pada peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Kristina menolaknya.

Dia lebih ingin berkumpul bersama keluarga di rumahnya di Desa Salutabang, Kecamatan Bambang, yang berjarak empat jam perjalanan dari pusat Kota Mamasa.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved