Breaking News:

Bandar Lampung

Isu Dugaan Korupsi KONI Jangan Surutkan Semangat Atlet Lampung di PON Papua 

Praktisi dan akademisi hukum di Bandar Lampung Gindha Ansori Wayka mengatakan,  terkait isu dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung senilai 30 (tiga pu

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Istimewa
Gindha Ansori Wayka 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Praktisi dan akademisi hukum di Bandar Lampung Gindha Ansori Wayka mengatakan,  terkait isu dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung senilai 30 (tiga puluh miliar) rupiah tahun 2021, pada dasarnya dia meminta  tidak harus dibesar-besarkan. Menurut analisis dia, sejauh ini proses penggunaan anggaran sedang berjalan.

"Bagaimana kita dapat menyatakan bahwa suatu anggaran telah dikorupsi, jika anggaran sedang diterapkan untuk menyokong pelaksanaan PON XX di Papua saat ini, dan belum ada upaya administratif atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tidak dilaksanakan oleh Pengurus KONI Lampung, sehingga terlalu “prematur” untuk statement tentang dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung ini," kata Gindha melalui rilisnya, Senin 13 September 2021.

Sementara, lanjut Gindha, pada sisi lain auditor internal sedang dipersiapkan KONI selama kepengurusan Ketua Yusuf Sulfarano Barusman demi upaya mewujudkan Good Governance di tubuh KONI Lampung.

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp 30 Miliar di KONI Lampung, Gubernur Arinal: Cari Oknumnya!

Kendati demikian, Gindha menyerahkan sepenuhnya dan mendukung langkah Kejati Lampung untuk melakukan penyelidikan dengan sistem pengawasan saat anggaran hibah ini sedang dilaksanakan.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada Kejati Lampung untuk melakukan tugas, pokok dan fungsinya dan  mari kita support sepenuhnya atlet dan kontingen Lampung yang akan menuju Papua sehingga sukses dalam raihan atau capaian target PON XX tahun 2020 dengan peringkat 10 (sepuluh) besar," katanya.

Ini juga sejalan dengan sikap Gubernur Lampung Bapak Arinal Djunaidi saat melepas kontingen PON XX ke Papua beberapa waktu lalu, yang mengisyaratkan kalaupun (seandainya) dugaan korupsi ini benar terjadi dan ada oknumnya harus dibersihkan dari kepengurusan KONI Lampung.

Gindha juga berharap, isu dugaan korupsi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet, ofisial dan penggiat olahraga Lampung untuk berjuang, minimal memenuhi target KONI Lampung untuk meraih prestasi 10 (sepuluh) besar di ajang PON XX Papua. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved