Tempat Wisata
Tempat Wisata di Bandung, Nikmatnya Ceker Aneka Rasa di Cafe Si Janda Ngamuk
Mengunjungi tempat wisata Bandung tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Cafe Si Janda Ngamuk.
Penulis: Reni Ravita | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Mengunjungi tempat wisata Bandung tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Cafe Si Janda Ngamuk.
Cafe Si Janda Ngamuk berada di Jalan Terusan Pasirkoja No. 58 Bandung.
Melansir dari Tribunjabar.id, Cafe Si Janda Ngamuk sebelum pandemi merupakan cafe yang tak pernah sepi pengunjung.
Lokasinya yang strategis mudah ditemukan oleh pecinta kuliner.
Tempat makan yang disediakan Cafe Si Janda Ngamuk memiliki tempat yang nyaman dengan ala-ala kafe mewah.
Baca juga: Tempat Wisata di Bandar Lampung Mulai Ramai, Organisasi Rekreasi Ingatkan Jangan Lalai
Cafe Si Janda Ngamuk memiliki penerangan yang remang-remang namun bentuk ruangannya adalah terbuka.
Makanan yang sediakan di Cafe Si Janda Ngamuk ada banyak sekali.
Namun, menu andalannya adalah adalah ceker dengan berbagai rasa.
Ceker di Cafe Si Janda Ngamuk memiliki varian seperti janda bodong, janda ngabret, janda jablay dan janda rempong.
Tak hanya ceker, terdapat menu terkenal lainnya seperti nasi goreng.
Baca juga: Pemkab Tanggamus Lampung Kembali Izinkan Tempat Wisata Buka
Menu nasi goreng di Cafe Si Janda Ngamuk juga memiliki beberapa varian yaitu janda culametan, janda salatri, janda menor dan sangsara.
Adapula menu seperti kentang, cilok, ramen, tahu jablay, tahu cunihin, sate taichan, nasi kuning dan makanan serta minuman lainnya.
Pemilik Cafe Si Janda Ngamuk, Dicky Ali Rudiansyah menjelaskan asal mula ia memberikan nama cafenya menjadi Cafe Si Janda Ngamuk.
"Kami akhirnya sepakat buka cafe dengan nama janda ngamuk, biar mudah dihapal dan menarik karena unik," ujarnya.
Dicky juga membeberkan harga-harga dari menu yang ada di Cafe Si Janda Ngamuk yang cukup terjangkau.
Cafe Si Janda Ngamuk ini buka pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Tempat cafe Cafe Si Janda Ngamuk ini berada di lantai dua, pengunjung harus menaikin tangga yang cukup curam.
Dicky menjelaskan, tangga tersebut bukanlah ciri khas cafe melainkan karena lahanya yang tersedia sempit.
Selain Dicky, adapula Didin Rosidin selaku pendiri Cafe Si Janda Ngamuk yang memberikan konsep pendirian cafe tersebut.
"Harga melarat, rasa konglomerat."
"Boleh dicoba rasanya pasti seperti makanan konglomerat, " ujarnya.
Menurutnya menjual makanan pedas akan menarik minat pembeli.
Ia juga menjelaskan makanan best seller dari Cafe Si Janda Ngamuk.
"Ada makanan favorit nasi goreng malarat hanya Rp 10 ribu, sesuai dengan nama malarat maka disajikan dengan piring seng," jelasnya.
Icha (35) selaku pelanggan mengaku selalu datang ke Cafe Si Janda Ngamuk karena harga dan porsinya yang terjangkau.
Dengan adanya Cafe Si Janda Ngamuk dan makanan jalanan lainnya ini membuat camat Astanaanyar Skyukur Sabar ikut berkomentar.
"Untuk membantu omzet para pengusaha kuliner , dengan cara mempromosikan melalui media sosial atau mengajak tamu untuk membeli, " ujar Syukur.
Syukur juga menuturkan menyukai makanan yang ada di Cafe Si Janda Ngamuk.
Baca juga: Pemkab Lampung Selatan Perbolehkan Tempat Wisata Kembali Buka
Ia mengatakan sangat menyukai ceker level 3 yang menurutnya sudah cukup pedas baginya. ( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tempat-wisata-bandung-kuliner-di-cafe-si-janda-ngamuk.jpg)