Apa Itu

Apa Itu Peristiwa G30S/PKI

Indonesia memiliki peristiwa berdarah yang disebut G30S/PKI. Lalu apa itu G30S/PKI?

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com/Andra Prabasari
Ilustrasi diorama peristiwa G30S/PKI di lubang buaya. Apa Itu Peristiwa G30S/PKI 

Pada 1960-an, Sukarno dan PKI condong ke Uni Soviet dan antibarat.

Dewan Jenderal yang diyakini sejalan dengan Amerika Serikat memiliki keinginan untuk menyingkirkan Soekarno.

Atas dasar keyakinan inilah, para perwira militer yang loyal kepada Soekarno bergerak secara diam-diam untuk mencegah kudeta.

Para perwira militer itu antara lain Kolonel Abdul Latief (Komandan Garnisun Kodam Jaya), Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa), dan Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim).

Mereka didukung oleh Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Chusus (BC) PKI yang merupakan badan intelijen PKI.

Daftar jenderal yang jadi sasaran disusun oleh Sjam bersama para perwira militer.

Para perwira militer itu berencana "menculik" para jenderal dan membawanya ke hadapan Presiden Sukarno.

Akan tetapi, rencana itu gagal total, karena tidak dilakukan dengan matang. Para jenderal malah dibunuh.

Kronologi peristiwa G30S/PKI

Dalam kronologi peristiwa G30S/PKI, Komandan Batalyon I Resimen Tjakrabirawa Letkol (Inf) Untung Samsoeri menuju Lubang Buaya untuk inspeksi pada 1 Oktober 1965.

Dini hari itu, Untung memimpin upaya kudeta yang akan mengubah garis sejarah Indonesia.

Kudeta yang awalnya diberi nama Operasi Takari itu diubah di saat akhir menjadi Gerakan 30 September agar tidak berbau militer.

Kata Untung, Ketua Central Comitte Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit memerintahkan agar pelaksanaannya ditunda menjadi 1 Oktober sampai pasukan siap dan lengkap.

Menjelang pelaksanaan, nama Mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta dicoret dari sasaran.

Tujuannya, untuk menyamarkan kudeta sebagai konflik internal.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved