Kesehatan
Halo Dokter, Apa Itu Pneumonia dan Siapa yang Rentan Terinfeksi
Tercatat, sebanyak 809.694 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena pneumonia pada 2017. Lalu apa itu pneumonia?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
Untuk mengetahui penyakit ini dibutuhkan adanya pemeriksaan dokter untuk segera diobati.
Hal ini karena penyakit ini merupakan jenis penyakit yang bisa diobati.
Faktor risiko
Dikutip dari Kompas.com, puluhan ribu jiwa di Amerika Serikat meninggal akibat penyakit menular dan mematikan ini setiap tahunnya.
Umumnya, kasus terbanyak terjadi pada lansia, yang berusia di atas 65 tahun.
Kebiasaan merokok serta penyalahgunaan narkoba dan alkohol dapat meningkatkan risiko pneumonia.
Selain itu, paparan polutan, termasuk asap rokok bisa menyebabkan seseorang rentan terserang penyakit ini.
Namun, kondisi medis juga bisa memberikan tingkatan risiko yang sama berbahayanya.
Menurut lung.org, orang-orang dengan faktor kondisi medis berikut ini rentan terserang pneumonia:
1. Penyakit paru-paru kronis, seperti COPD, bronkiektasis, atau fibrosis kistik. Penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit sel sabit.
2. Lemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS, transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan steroid jangka panjang.
3. Kesulitan menelan karena stroke, demensia, penyakit
4. Parkinson atau kondisi neurologis lain yang dapat mengakibatkan aspirasi makanan, muntah, atau air liur ke dalam paru-paru yang kemudian menjadi terinfeksi.
5. Infeksi pernapasan virus, seperti pilek, radang tenggorokan, influenza, dan lainnya. Rawat inap, terutama saat dalam perawatan intensif dan menggunakan ventilator.
Penanganan pneumonia
Sebagai bentuk penanganan pneumonia, disarankan agar diberikan vaksinasi sejak dini. Berikut merupakan daftar vaksin yang bisa mencegah pneumonia.
1. Prevnar 13 dan Pneumovax 23
Kedua vaksin ini dipercaya mampu membantu melindungi dari pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus.
Melansir dari Healthline, Prevnar 13 efektif melawan 13 jenis bakteri pneumokokus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan vaksin ini untuk anak di bawah usia dua tahun, lansia berusia di atas 65 tahun, serta orang yang berusia di antara 2-64 tahun dengan kondisi kesehatan kronis.
Sementara Pneumovax 23 efektif melawan 23 jenis bakteri pneumokokus dan disarankan untuk orang di atas usia 65 tahun, orang berusia 19-64 tahun yang aktif merokok, serta orang yang berusia di antara 2-64 tahun dengan kondisi kesehatan kronis.
2. Vaksin flu
Biasanya, pneumonia seringkali dapat menjadi komplikasi flu. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkan suntikan flu tahunan.
CDC menyarankan setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas untuk mendapatkan vaksinasi, terutama mereka yang mungkin berisiko mengalami komplikasi flu.
3. Vaksin Hib
Vaksin ini melindungi terhadap Haemophilus influenzae tipe b (Hib), yaitu sejenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis.
Dalam hal ini, CDC merekomendasikan vaksin ini untuk:
1. Semua anak di bawah usia 5 tahun
2. Anak-anak yang lebih tua yang tidak divaksinasi atau orang dewasa yang memiliki kondisi kesehatan tertentu
3. Individu yang telah mendapatkan transplantasi sumsum tulang
Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH), vaksin pneumonia tidak akan mencegah semua kasus kondisi tersebut.
Hanya saja, melalui vaksinasi kondisi penyakit yang diderita akan lebih ringan dan pendek, serta risiko komplikasinya lebih rendah.
Selain divaksin, penanganan pneumonia ini bisa dicegah melalui perubahan pola gaya hidup, seperti berhenti merokok, rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, istirahat cukup, makanan makanan sehat, serta berolahraga secara terartur. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/lansia-90-tahun-meninggal-akibat-terpapar-dua-virus-covid-19.jpg)