Kesehatan

Halo Dokter, Apa Itu Sesak Napas dan Bedanya dengan Asma

Banyak yang mengira sesak napas sama dengan asma. Padahal keduanya berbeda. Lalu, apa itu sesak napas?

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Kiki Novilia
Kompas.com
Ilustrasi sesak napas. Halo Dokter, Apa Itu Sesak Napas dan Bedanya dengan Asma. 

5. Merokok

6. Bekerja di lingkungan yang penuh polusi atau debu

7. Berada di dataran tinggi

Gejala sesak napas

Adapun beberapa gejala sesak napas yang umum terjadi, di antaranya:

1. Sensasi dada seperti terikat atau tidak bisa bergerak bebas.

2. Perasaan seperti perlu menarik napas lebih banyak atau lebih cepat.

3. Tubuh merasa tidak cukup mendapatkan udara.

4. Sulit menarik napas yang dalam.

Ketika tubuh mengalami sesak napas yang disertai dengan gejala berikut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

1. Dada terasa penuh selama lebih dari 30 menit.

2. Nyeri di bagian dada

3. Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki

4. Batuk dan demam

5. Mengi saat menarik dan mengembuskan napas.

6. Kebiruan pada bibir dan kuku

7. Sesak memburuk saat berbaring

8. Mual

9. Pingsan

Pertolongan pertama

Dalam membantu penangananya, penderita sesak napas dapat diberikan pertolongan pertama berupa:

1. Dibawa ke tempat yang tenang.

2. Dibiarkan setengah duduk dan dalam keadaan sadar.

3. Kompres dada menggunakan air hangat.

4. Melonggarkan pakaian untuk mengurangi rasa sesak.

Cara mengatasi sesak napas

Penanganan atau pengobatan sesak napas ditujukan untuk meredakan gejala yang terjadi.

Selain itu difungsikan untuk mengatasi penyebabnya.

Terdapat beberapa metode atau cara mengatasi sesak napas, antara lain:

1. Pemberian alat bantuan pernapasan seperti inhaler atau bronkodilator.

2. Mengonsumsi antibiotik untuk sesak napas akibat gangguan paru, seperti bronkitis kronis atau pneumonia.

3. Pemberian suplemen darah untuk sesak napas akibat anemia.

4. Pemasangan chest tube atau selang khusus di dada untuk sesak napas akibat trauma.

5. Pemberian oksigen tambahan.

6. Melakukan pernapasan melalui diafragma dan bibir mengatup.

7. Berhenti merokok.

8. Rutin berolahraga.

9. Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang.

Di samping itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter saat merasakan ketidaknyamanan saat bernapas agar sesak napas dapat segera tertangani dengan tepat dan sesegera mungkin.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Penyebab Bisul

Pasalnya semakin segera sesak napas ditangani, masalah kesehatan lainnya pun bisa segera dicegah. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca apa itu penyakit lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved