Breaking News:

Mesuji

Bocah 6 Tahun Ngemis di Jalan, Dinas PPPA Mesuji Lampung Imbau Warga Tidak Beri Uang

Di Jalan ZA Pagar Alam, dekat kawasan Register 45 Mesuji Lampung sering dijumpai pengemis jalanan, Selasa (26/10/2021).

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi warga
Bocah Ngemis di Jalan ZA Pagar Alam, Kabupaten Mesuji. Bocah 6 Tahun Ngemis di Jalan, Dinas PPPA Mesuji Lampung Imbau Warga Tidak Beri Uang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Di Jalan ZA Pagar Alam, dekat kawasan Register 45 Mesuji Lampung sering dijumpai pengemis jalanan, Selasa (26/10/2021).

Pengemis tersebut diketahui masih bocah yang berusia 6 tahun dan bernama Charles.

Dari laporan masyarakat, Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Mesuji sebelumya telah mencari tempat tinggal anak tersebut dan menemukan orangtua anak.

"Ternyata orang tua anak lengkap dan sehat. Dan saya menilainya Itu memperkejakan anak dan bisa diproses hukum untuk orangtuanya," ujar Kepala Dinas PPPA Mesuji Sri Puji.

Oleh sebab itu, Sri Puji mengajak dan mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan anak tersebut yang bernama Charles dan meminta-minta di jalan untuk tidak diberikan uang.

"Sebab, jika anak itu mangkal mengemis di jalan dan hasilnya kosong, dipastikan akan kapok untuk minta-minta lagi," katanya. 

"Jadi jangan salah pemahamannya, justru kalau kita kasih duit itu kepada anak yang mengemis di jalan, pihak orangtuanya terus mempekerjakan anak untuk mengemis di jalanan," jelasnya.

Selanjutnya, Sri Puji menuturkan saat pihaknya menemui orang tua Charles beberapa waktu lalu, sudah meminta kepada mereka untuk tidak mengemis lagi di jalanan.

Akan tetapi anjuran tersebut hanya berselang tiga hingga empat hari.

Karena sampai sekarang anak tersebut tetap saja mengemis di jalanan.

Baca juga: Mesuji Punya Stok 21 Ribu Dosis Vaksin Covid-19

"Sampai saat ini masih kita jumpai, meskipun jarang-jarang ya. Padahal sudah kita temui orangtuanya di kediamannya di wilayah Register 45," ucapnya.

Lebih lanjut, Sri Puji menjelaskan bahwa pihaknya akan merencanakan untuk mendatangi orangtua anak tersebut, dan meminta membuat surat penyataan agar tidak lagi memperkerjakan anaknya.

Apabila pihak orang tua tetap melakukan, akan dituntut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Tapi sampai saat ini kita pelajari dulu ya, karena itu memang tidak boleh karena bentuk ekploitasi anak dan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved