Breaking News:

Berita Terkini Nasional

Nasib Ibu Muda Dilarang Beri ASI kepada Bayinya Selama Seminggu, Padahal Cuma Makan Satu Sendok

Nasib ibu muda dilarang beri ASI kepada bayinya selama seminggu. Sang ibu jadi korban keracunan makanan di Koja, Jakarta Utara.

Tribun Jakarta / Gerald Leonardo Agustino
Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengunjungi warga korban keracunan makanan dari PSI yang dirawat di RSUD Koja, Senin (25/10/2021). Seorang ibu muda yang turut jadi korban, dilarang besi ASI kepada bayinya selama seminggu. 

Ternyata, tak hanya rasa mual dan pusing saja yang diderita Maya pada Minggu malam itu.

Ia juga muntah-muntah hingga mengeluarkan lendir darah dan akhirnya dilarikan ke RSUD Koja.

"Jam 23.30 WIB, muntah tiga kali, muntah ketiga kalinya itunya keluar lendir darah. Langsung suami saya ajak ke UGD," ucap Maya.

Kesaksian Warga Korban Keracunan: Seladanya Kuning, Nasinya Berair

Maya mengakui ada yang tidak beres dari nasi boks pemberian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diduga membuatnya keracunan, Minggu (24/10/2021) lalu.

Dalam rice box yang diterima Maya, terdapat daun selada yang sudah mulai menguning dan nasi putih yang sudah berair.

"Kalo di saya isinya kan nasi, telur balado, orek tempe buncis, sama daun selada," kata Maya di kediamannya, Selasa (26/10/2021).

"Cuma di daun selada saya itu atasnya sudah mulai menguning. Di nasinya itu sudah mulai berair bawahnya, itu kalo di punya saya. Kalau di yang lain saya nggak tahu," paparnya.

Selain itu, bau dan rasa dari makanan dalam nasi boks dikatakan Maya normal-normal saja.

Puluhan warga keracunan rice box PSI

Sebelumnya, DPC PSI Kecamatan Koja membagikan 80 rice box kepada warga RW 06 Kelurahan Koja dalam acara bakti sosial terkait Covid-19, Minggu (24/10/2021) sore lalu.

Dalam hitungan jam setelah menyantap rice box berisi nasi, sayur buncis, telur, dan orek tempe itu, sedikitnya 35 warga mengalami keracunan.

Atas kejadian ini, PSI meminta maaf lalu berjanji akan menanggung biaya perawatan terhadap para korban keracunan.

Nyatanya, berdasarkan penuturan ketua RW, acara baksos besutan DPC PSI Kecamatan Koja tersebut dilakukan tanpa ada koordinasi ke pengurus wilayah setempat.

"Pemberian ini nggak ada koordinasi dengan kita pengurus wilayah, jadi antar teman aja, totalnya ada 80 kotak nasi," kata Ketua RW 06 Kelurahan Koja, Suratman, Senin (25/10/2021) kemarin.

Menanggapi pernyataan ketua RW tersebut, Pengurus PSI DKI Jakarta Norman Lianto buka suara.

Norman mengklaim pengurus ranting di Kecamatan Koja sudah berkali-kali menggelar acara serupa.

Katanya, sudah ada pengurus PSI dari Kecamatan Koja yang memberitahu pengurus wilayah setempat soal pembagian nasi kotak itu.

"Kami sudah berkali-kali membagikan di sekitar wilayah Koja dan ini bukan pertama kalinya kami membagikan di wilayah Koja. Sudah sempat ada ranting kami yang info," ucap Norman di RSUD Koja, Senin malam.

Norman juga menyatakan bahwa divisi hukum dari partainya sudah dipanggil ke Polsek Koja.

Pemanggilan itu untuk kepentingan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait pembagian nasi kotak berujung keracunan warga.

"Masalah di kepolisian kami sudah bekerja sama dengan divisi hukum dan sudah diurus dengan baik. Divisi hukum kami sedang di Polsek Koja sedang di-BAP," ucap dia.

Baca juga: Pria Sebarkan Foto Tak Senonoh Gadis Gegara Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved