Breaking News:

Pesawaran

Depresi Masalah Ekonomi, Nenek di Pesawaran Lampung Akhiri HidupTenggak Racun Serangga

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran nekat mengakhiri hidup.

tribun lampung / robertus didik budiawan
Petugas mendatangi rumah duka 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran nekat mengakhiri hidup.

IRT tersebut berinisial Ka (69) yang ditemukan sudah tergeletak di dalam kamar dengan mulut megeluarkan busa.

"Sementara itu di kamar tersebut telah ditemukan botol racun serangga dengan posisi terbuka," ujar Kapolsek Gedongtataan Kompol Hapran, Minggu, 31 Oktober 2021.

Ditambahkan Hapran, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 30 Oktober 2021 sekira pukul 11.15 WIB.

Ketika itu, racun serangga yang ada di botol tersebut tersisa sedikit. Kondisi korban di dalam kamar ditemukan oleh putrinya.

Baca juga: IRT Nekat Akhiri Hidup karena Diteror Pinjol Ilegal, Utangnya Mencapai Rp 51,3 Juta

"Putri korban langsung meminta tolong untuk membawa ke RSUD Pesawaran," kata Hapran mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo.

Kemudian menggunakan ambulance Desa Bagelen, korban dilarikan ke IGD RSUD Pesawaran

Namun pihak RSUD Pesawaran menyarankan untuk membawanya ke Rumah Sakit Mitra Husada (RSMH) Pringsewu.

Setibanya di RSMH, korban langsung mendapat pertolongan medis. Ironisnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Korban Ka dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 13.00 WIB.

Atas kematian korban, polisi langsung mengumpulkan bahan keterangan untuk mengetahui sebab akibat korban mengakhiri hidup.

Hapran menuturkan, keterangan dari anaknya, sudah tiga hari ini korban berada di rumah. Diperkirakan depresi karena masalah ekonomi.

Polisi mengamankan barang bukti satu buah botol racun serangga.

Ditambahkan Hapran, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk tidak dilakukan outopsi.

Keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut murni musibah bunuh diri.

Pernyataan itu dituangkan dalam tulisan bermaterai.
Lantas  jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan  dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Bagelen. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan Cahyono ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved