Berita Luar Negeri

Penampakan Badai Kuat Matahari yang Sampai ke Bumi

Penampakan Letusan kuat dari suar Matahari atau badai Matahari tabrak Bumi.

Tayang:
Editor: taryono
youtube
Penampakan Letusan kuat dari suar Matahari atau badai Matahari tabrak Bumi. 

Gelombang partikel yang dilepaskan dari ledakan Matahari ini juga dapat mengisi permukaan satelit secara elektrik dan mengacaukan orientasi sistemnya.

Dampak radiasi lain yang ditimbulkan dari letusan suar Matahari yang kuat ini, yakni akan memperumit telekomunikasi. Sebab, banyak kegiatan manusia di Bumi yang bergantung pada jaringan satelit global Bumi.

Untuk armada sistem satelit navigasi global yang memberi daya pada peta di ponsel kita, misalnya, ini dapat menyebabkan sinyal pada ponsel tiba-tiba hilang atau mengalami koneksi error.

Bahkan, komunikasi frekuensi tinggi juga kemungkinan akan terpengaruh oleh badai Matahari.

Ledakan Matahari dan fenomena aurora

Kendati ledakan Matahari memberikan dampak serius terhadap beberapa hal, namun di sisi positifnya, kita akan mendapatkan beberapa aurora yang spektakuler.

Dampak ledakan Matahari pada Bumi yakni munculnya fenomena aurora, cahaya utara dan selatan yang menari-nari dengan indah di dua kutub Bumi.

Fenomena aurora adalah peristiwa alam yang terjadi akibat gesekan yang ditimbulkan badai Matahari dan medan magnet Bumi, yang kemudian menghasilkan pancaran cahaya berwarna-warni di Kutub Utara Bumi atau yang disebut aurora Borealis dan di Kutub Selatan Bumi yang disebut aurora Australis.

Ada kemungkinan bahwa cahaya utara, aurora Borealis, terlihat serendah 50 derajat di utara garis lintang magnetik, serendah Pennsylvania di AS.

Aktivitas dari badai Matahari telah dimulai, dengan prakiraan aurora yang diperkirakan akan meningkat, dan NOAA memperkirakan badai geomagnetik yang lebih ringan berlanjut pada 31 Oktober.

Baca juga: Sebuah Asteroid Hantam Planet Jupiter, Momen Diabadikan oleh Astronom Amatir

Dengan ledakan Matahari atau suar Matahari kelas X ini dan yang sebelumnya mencapai Bumi pada Juli, Siklus Matahari 25 terbukti sudah cukup ramai, dan tidak akan mencapai aktivitas puncak sampai tahun 2025.

Lihat videonya di tautan ini

sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved